Jakarta, 19 Desember 2020 – SRC Indonesia sebagai jaringan toko kelontong masa kini yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia menyelenggarakan Festival SRC Indonesia 2020 secara virtual Sabtu (19/12/2020). Festival ini merupakan salah satu wujud komitmen SRC untuk ikut menggerakkan perekonomian nasional meskipun di saat situasi pandemi.
Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Henny Susanto menjelaskan, lebih dari satu dekade SRC berperan aktif dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing pelaku UMKM di Indonesia, dan momentum festival kali ini, selain untuk memberikan apresiasi kepada toko kelontong SRC, juga diharapkan dapat membangkitkan semangat #BersamaMelangkahMaju bagi para pelaku UMKM lainnya.
“Langkah berkelanjutan kami ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, di mana UMKM merupakan salah satu sektor penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian di Indonesia,” kata Henny seperti dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Senin (21/12/2020).
“Tahun 2020 memang merupakan tahun yang penuh tantangan, namun di balik itu semua, kami percaya bahwa dengan tetap bersemangat, mengasah kreativitas tanpa batas, maka UMKM Indonesia khususnya toko kelontong SRC dapat memberikan manfaat lebih besar lagi bagi lingkungan dan masyarakat luas, salah satunya lewat Festival SRC Indonesia 2020 ini,” jelas Henny lagi.
Henny menyampaikan, pengalaman dan rekam jejak panjang yang telah dilalui SRC telah memperkuat peran SRC di sektor UMKM Indonesia. Kehadiran SRC di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terutama untuk perkembangan ekonomi mikro.

Dampak SRC kemudian ditegaskan oleh survei yang dilakukan terhadap ratusan pemilik toko kelontong SRC pada awal tahun 2020 dimana SRC turut memberi kontribusi bagi perputaran perekonomian sebesar Rp69,3 triliun per tahun.
Selain itu SRC juga telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 57% pemilik SRC adalah wanita, di mana 52% di antaranya adalah tulang punggung keluarga dan 97% dari mereka yakin dapat menyejahterakan keluarganya setelah bergabung dengan komunitas SRC.
Saat ini SRC telah menjangkau lebih dari 130 ribu toko kelontong di Indonesia. Selain meningkatkan keterampilan dan daya saing para pedagang kelontong, SRC juga menyiapkan pelaku UMKM untuk senantiasa mengikuti perkembangan zaman melalui literasi digital dengan meluncurkan aplikasi “AYO SRC” sejak 2018, untuk memudahkan pemilik toko kelontong SRC dalam mengelola toko kelontongnya, serta memberi akses kepada masyarakat untuk menjangkau SRC dengan lebih mudah, sehingga otomatis akan lebih menggerakkan ekonomi.
“Untuk itu kolaborasi dan digitalisasi merupakan dua tema penting yang kami bawa pada Festival kali ini. Diharapkan melalui festival SRC, masyarakat luas dapat lebih mengenal SRC, serta menyadari pentingnya berbelanja di toko kelontong di dekat rumah karena secara langsung dapat mendukung para UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga mereka, membawa dampak positif bagi lingkungan, dan dalam cakupan yang lebih luas, bagi ekonomi nasional,” kata Henny.
Pemilik toko kelontong SRC Dhimas di wilayah Sumedang Jawa Barat Imas Komala menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan Festival SRC Indonesia 2020. Banyak sekali hal positif yang didapat dari kegiatan festival di tahun ini. Pertama memaknai situasi ketidakpastian dan keterbatasan justru mendorong kami untuk bisa melakukan hal-hal baru dan inovatif.
Kedua, ajang untuk silaturahmi dengan pemilik SRC lainnya. walaupun pelaksanaannya dilakukan secara virtual. Ketiga memperkuat keyakinan kami bahwa dengan #BersamaMelangkahMaju maka apapun tantangan dapat dilalui dengan baik.
Festival SRC Indonesia 2020 secara virtual menggambarkan dukungan SRC untuk UMKM di sekitarnya melalui Pojok Lokal, sebuah rak khusus yang didedikasikan bagi pelaku UMKM di sekitar toko kelontong SRC untuk menjual produk hasil usaha mereka. Beragam produk UMKM dapat ditemukan di Pojok Lokal, mulai dari makanan ringan, kerajinan tangan, dan berbagai macam produk khas lokal lainnya.
Foto: Istimewa
