TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tendang Dolar AS, RI-Thailand Gunakan Mata Uang Lokal

Nurdian Akhmad
21 December 2020 | 12:50
rubrik: Ekonomi
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Thailand kini tak lagi menggunakan mata uang dolar AS. Itu dilakukans setelah Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Thailand, Bank of Thailand (BOT) menyepakati penguatan kerangka kerja sama local currency settlement (LCS) atau penggunaan mata uang lokal antara kedua negara sejak diimplementasikan pada 2 Januari 2018.

Demikian diungkapkan kedua bank sentral itu dalam siaran pers bersama di Jakarta, Senin (21/12/2020).

“Penguatan kerangka kerja sama LCS antara BI dan BOT tersebut meliputi perluasan underlying ke investasi langsung dari sebelumnya hanya untuk perdagangan, serta pelonggaran aturan transaksi valas antara lain terkait pemberian relaksasi penyiapan dokumen transaksi,” jelas siaran pers tersebut.

Iinisiatif ini menunjukkan komitmen yang berkelanjutan dari BI dan BOT dalam mendorong penggunaan mata uang lokal antara kedua negara. Penguatan kerangka LCS dalam rupiah-baht mulai berlaku efektif sejak 21 Desember 2020.

Penguatan kerangka tersebut sejalan dengan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BI dan BOT pada 23 Desember 2016.

Strategi penguatan kerangka kerja sama LCS merupakan bagian dari upaya bersama oleh kedua bank sentral dalam mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk memfasilitasi dan meningkatkan perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Thailand.

BI dan BOT telah menunjuk beberapa tambahan bank di masing-masing negara sebagai appointedcrosscurrencydealers (ACCD) untuk mendukung implementasi penguatan kerangka LCS menggunakan rupiah dan baht.

Secara umum, bank yang ditunjuk memiliki tingkat ketahanan dan kesehatan yang cukup, pengalaman dalam memfasilitasi perdagangan atau kapasitas dalam menyediakan berbagai jasa keuangan, serta memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan bank di negara mitra.

BACA JUGA:   RI Perkuat Kerja Sama Dagang dengan Filipina

Bank-bank yang ditunjuk sebagai berikut:

Indonesia

Tambahan bank ACCD:

PT. Bank BTPN, Tbk

PT. Bank CIMB Niaga, Tbk

PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk

PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk

PT. Bank Mizuho Indonesia

PT. Bank Permata, Tbk

PT. Bank HSBC Indonesia

MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch

Bank ACCD saat ini:

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk

PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk

Thailand

Tambahan bank ACCD:

CIMB Thai Bank PCL

TMB Bank PCL

Standard Chartered Bank (Thai) PCL

The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Bangkok Branch

Sumitomo Mitsui Banking Corporation Bangkok Branch

Mizuho Bank Limited Bangkok Branch

Bank ACCD saat ini:

Bangkok Bank PCL

Bank of Ayudhya PCL

Kasikornbank PCL

Krung Thai Bank PCL

Siam Commercial Bank PCL

Tags: PerdaganganThailand
Previous Post

HK Gelar Pelatihan Anti Narkoba dan Tanam Pakan Gajah sekitar tol Pekanbaru-Dumai

Next Post

Terapkan Teknologi BIM Ciptakan Efisiensi di Projek Infrastruktur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR