Jakarta, TopBusiness – Kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) yang dilakukan oleh Menteri Sosial Juliari Batubara beberapa waktu lalu memang sempat menggegerkan. Bahkan dari aksi korupsi ini pun disebut-sebut banyak mengutip nama yang dikaitkan dengan korupsinya.
Dua nama yang masih mengemuka dikaitkan dengan kasus tersebut adalah walikota terpilih Solo, Jawa Tengah sekaligus anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, serta satu emiten textile PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Namun begitu, sebagai perusahan terbuka, emiten dengan kode saham SRIL itu langsung memberikan klarifikasi. Menurut Joy Citradewi, Corporate Communication Head Sritex, perseroan yang mengaku merupakan produsen tekstil terintegrasi secara vertikal yang berdomisili di Sukoharjo, Jawa Tengah, siap menyampaikan beberapa klarifikasi.
Hal ini sebagai tanggapan adanya isu keterlibatan Sritex dalam pengadaan ‘goodiebag’ atau tas jinjing sebagai wadah paket Bansos yang diadakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) tesebut.
“Makanya, kami sebagai Perusahaan ingin melakukan klarifikasi sebagai berikut: pertama, pihak Sritex dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas ‘goodiebag’ pada bulan April 2020 lalu. Pemesanan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tandas dia dalam keterangan resmi yang diterima media, ditulis Rabu (23/12/2020).
“Kedua, terkait berita keterlibatan Sdr. Gibran Rakabuming Raka dalam pengadaan ini tidak benar. Kami tidak pernah membuka komunikasi apapun dengan Sdr. Gibran Rakabuming Raka terkait pengadaan ini,” jelas dia.
Apalagi, disebutkan Joy, Sebagai perusahaan terbuka (Tbk) pihaknya selalu mengedepankan asas transparansi dan keterbukaan informasi. “Kami juga berharap klarifikasi ini dapat meluruskan isu yang beredar di tengah masyarakat dan dapat dituntaskan segera dan sebaik-baiknya,” pungkas Joy.
Foto: Istimewa
