Jakarta, TopBusiness – Upaya SKK Migas dengan terus mendorong Kontraktor KKS untuk meningkatkan standar Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) berbuah manis. Kinerja ketaatan lingkungan industri hulu migas di tahun 2020 meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada penilaian proper 2020 yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kontraktor KKS yang meraih Proper Emas mencapai 6 perusahaan atau meningkat jika dibandingkan perolehan di tahun 2019 yang sebesar 5 perusahaan. Keenam Kontraktor KKS yang memperoleh proper emas adalah Pertamina EP asset 1 rantau, asset 2 subang, asset 3 tambun, PHE Jambi Merang, PHE WMO dan JOB Pertamina Medco Tomori.
Deputi Operasi Hulu Migas, Julius Wiratno, menyampaikan selamat kepada Kontraktor KKS atas capaian proper 2020 dan menegaskan bahwa K3LL adalah nomor satu di industri hulu migas, termasuk didalamnya adalah aspek lingkungan hidup. “SKK Migas terus mendorong industri hulu migas agar semakin taat lingkungan, salah satunya adalah dengan meningkatkan target capaian proper di industri hulu migas. Kami bersyukur, ketaatan industri hulu migas melampaui target dan berhasil kami pertahankan setiap tahunnya,” katanya dalam keterangan resmi kepada redaksi TopBusiness.id.
“Untuk tahun 2020, dari target 90% industri hulu migas mendapatkan rating taat (biru) tercapai 98,57%. Ini tentu kabar yang menggembirakan bagi indusri hulu migas dan menunjukkan industri hulu migas telah menunjukkan kepatuhannya pada level yang tinggi dalam menjaga lingkungan. Hulu migas tidak hanya mengejar profit semata tetapi juga menempatkan lingkungan dan masyarakat secara berimbang guna menciptakan industri hulumigas yang berkelanjutan”, ujar Julius.
“Kami tidak berpuas diri, dan terus mendorong ketaatan lingkungan industri hulu migas terus meningkat. Pada tahun 2021, SKK Migas Kembali meningkatkan standar ketaatan lingkungan. Dari target 90% industri hulu migas mendapatkan rating taat, maka dari jumlah tersebut sebanyak 40% ditargetkan mendapatkan rating hijau & emas.”, pungkas Julius.
Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, menambahkan bahwa sejalan dengan upaya peningkatan produksi migas nasional untuk mencapai target 1 juta barrel minyak dan 12 BSCFD gas di tahun 2030, maka kedepannya investasi hulu migas akan semakin meningkat dan akan beririsan dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan lingkungan. “Banyak aspek operasional hulu migas yang membutuhkan AMDAL seperti pemboran, proyek dan lainnya. Dengan capaian proper dari Kementerian Lingkungan yang terus meningkatkan menunjukkan industri hulu migas dapat berdampingan secara baik dengan alam dan masyarakat”, kata Susana.
“Kami berharap capaian positif dari penilaian Proper Kementerian LHK ini akan semakin meningkatkan reputasi positif industri hulu migas, dan selanjutanya kami mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholders agar indusri ini dapat terus berkelanjutan guna memberikan manfaat bagi Pemerintah dan masyarakat,” pungkas Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas.
Foto: Istimewa
