TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Holding Dua BUMN Ini Tak Efektif Naikkan Kinerja Perusahaan

Nurdian Akhmad
30 December 2020 | 11:50
rubrik: BUMN
BPK Minta OJK Segera Bayar Utang Pajak Rp 901 Miliar

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness –  KInerja dua BUMN yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III dan PT Rajawali Nusantara (Persero) atau RNI justru menurun usai melakukan penggabungan atau holding.

Hal itu terungkap dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang disampaikan Plt Auditor Utama Keuangan Negara VII BPK Didik Julianto kepada media seperti dikutip, Rabu (30/12/2020).

Didik mengatakan bahwa ada beberapa temuan tekait kinerja PTPN III. Pertama, kinerja BUMN perkebunan ini belum efektif.

Kedua, dalam produksi produksi gula juga belum efektif. Selanjutnya, kinerja pabril kelapa sawit dan pabrik karet belum sesuai norma PTPN III dan komitmen bersama PTPN Grup.

Keempat, kinerja PTPN Grup belum mengalami peningkatan. Lalu, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring pinjaman talangan serta terusan PTPN III ke anak usaha belum memadai.

Keenam, restrukturasi utang yang tidak keberlanjutan belum dilakukan kajian risiko secara memadai. Terakhir, kinerja keuangan PTPN Grup belum mengalami perbaikan.

“BPK menyimpulkan bahwa PTPN III (Persero) holding tidak efektif dalam meningkatkan kinerja operasional dan keuangan PTPN Grup tahun 2015 sampai 2019 pada semester I,” katanya melalui konferensi virtual, Selasa (29/12/2020).

Didik juga menjelaskan bahwa unit program kemitraan dan bina lingkungan PT RNI belum optimal dalam melakukan monitoring dan evaluasi dana kemitraan PT Pertamina (Persero) dan PT Antam (Persero) Tbk.

Divisi pengendalian usaha nonagri perusahaan gabungan juga belum melakukan hal yang sama untuk piutang dan persediaan pada anak usaha.

Fungsi pengendalian RNI atas pembayaran uang muka calon lahan pengganti Pabrik Gula Jatitujuh dinilai belum memadai. Ini juga dalam pengendalian dalam pemberian pinjaman ke anak usaha.

Selanjutnya, fungsi pengendalian terhadap investasi dan mesin karung plastik PT Rajawali Citramas belum memadai. Terakhir, RNI gabungan belum melaksanaan pengamanan aset secara optimal.

BACA JUGA:   Pertamina Resmikan Bantuan PLTS untuk UGM

“Dengan mempertimbangkan upaya, capaian keberhasilan, dan kelemahan-kelemahan yang terjadi, BPK menyimpulkan PT RNI Holding kurang efektif dalam melaksanakan fungsi pengendalian pengelolaan keuangan dan aset tahun buku 2017, 2018, dan 2019 semester I,” kata dia.

Tags: bpkMerger BUMN
Previous Post

Likuiditas Perekonomian tetap Tinggi di November

Next Post

Ini Madu Berbagai Rasa Pemenang IFI 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR