TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Realisasi Anggaran PEN Rp 500 Triliun Lebih

Albarsyah
30 December 2020 | 14:37
rubrik: Ekonomi
Realisasi Anggaran PEN Rp 500 Triliun Lebih

Jakarta, TopBusiness – Hingga 23 Desember 2020, progres realisasi program Pemulihan  Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp502,71 triliun atau 72,3% dari total anggaran  Rp695,2 triliun. Pemerintah terus berupaya memaksimalkan penyaluran program PEN hingga akhir tahun 2020 untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional, juga guna penanganan COVID-19 bidang kesehatan.

Dua klaster di dalam program PEN mencatat pencapaian lebih dari 90% yaitu klaster  perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp217,99 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp230,21 triliun, dan klaster UMKM yang mencapai realisasi sebesar 92,8% atau  Rp107,93 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp116,31 triliun.

Selanjutnya klaster sektoral  K/L dan Pemda mencapai realisasi 88,1% atau Rp59,77 triliun dari alokasi anggaran sebesar  Rp67,86 triliun, klaster Kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp54,13 triliun dari alokasi  anggaran sebesar Rp99,5 triliun, klaster Intensif Usaha mencapai realisasi sebesar 45,4% atau  Rp54,73 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp120,61 triliun, dan yang terakhir klaster  Pembiayaan Korporasi mencapai realisasi sebesar 13,4% atau sebesar Rp8,16 triliun dari  alokasi anggaran sebesar Rp60,73 triliun.

“Realisasi program PEN menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada Kuartal IV 2020 ini,  telah mencapai Rp 184,3 triliun, jika dibandingkan dengan realisasi per 30 September 2020  sebesar Rp 318,48 triliun. Dua klaster dengan peningkatan realisasi tertinggi adalah klaster perlindungan sosial dan dukungan sektor UMKM dengan capaian di atas 90%. Di dalam kedua klaster ini terdapat sejumlah program yang telah mencapai realisasi 100%,” papar staf ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business.id.

Program-program pada klaster perlindungan sosial yang telah mencapai realisasi 100%, diantaranya adalah program Keluarga Harapan dan Bantuan Beras, Kartu Sembako dan Bantuan Tunai, Bansos Jabodetabek, Bansos Tunai Non Jabodetabek, Bantuan Subsidi Upah/Gaji,  Bantuan Subsidi Upah/Gaji Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag.

BACA JUGA:   Menko Airlangga Percepat Proses RI Jadi Anggota Penuh OECD

Selebihnya progres realisasi di klaster perlindungan sosial seperti Kartu Pra Kerja mencapai 99,5%, namun telah mencapai 5,6 juta penerima manfaat sesuai target, dan program  diskon listrik mencapai 84,4%. Hanya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang realisasinya  mencapai 64,43%.

Program PEN klaster perlindungan sosial ini telah memberikan manfaat bagi 67,54 juta keluarga  penerima manfaat bantuan sosial baik berupa sembako dan bantuan langsung tunai. Selain itu  jaring pengaman sosial ini juga bermanfaat bagi 5,6 juta penerima manfaat Kartu Pra Kerja, 31,4  juta rumah tangga yang mendapat manfaat diskon listrik, 12,4 juta tenaga kerja melalui program Bantuan Subsidi Upah/Gaji, 44,3 juta murid dan pengajar yang mendapat subsidi kuota internet, sementara 1,95 juta guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kemendikbud serta 618 ribu  guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kemenag mendapat bantuan upah sebesar  Rp1,8 juta.

Dukungan pemerintah pada dunia usaha, khususnya pelaku UMKM juga tergambarkan melalui capaian realisasi anggaran yang tinggi. Beberapa program yang mencapai realisasi 100% pada klaster UMKM,  diantaranya, Bantuan Produktif Pelaku Usaha Mikro, Restrukturisasi Kredit UMKM,  dan Pembiayaan Investasi Melalui LPDB KUMKM. Program lain seperti Penjaminan Kredit  UMKM mencapai 99,52%, pph Final UMKM 96,10%, dan Subsidi Bunga mencapai realisasi  sebesar 63%.

Manfaat program PEN klaster UMKM ini dirasakan secara langsung oleh 12 juta pelaku usaha  mikro, 101 ribu nasabah UMKM melalui skema pembiayaan investasi LPDB, 4,6 juta debitur yang  mendapat restrukturisasi kredit UMKM, 22,18 juta debitur yang memanfaatkan subsidi bunga  UMKM, 761 ribu debitur yang mendapat penjaminan kredit UMKM, dan 233 ribu UMKM yang  memanfaatkan keringanan wajib pajak.

Previous Post

Tingkatkan Daya Saing Nelayan, LKN-HNSI Jalin Kerja Sama

Next Post

WFH, Karyawan Bank Ini Komitmen Bagus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR