Jakarta, TopBusiness – Lembaga Kajian Nawacita (LKN) menjalin kerja sama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing para nelayan di Indonesia melalui kegiatan pelatihan-pelatihan atau penyuluhan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau MoU antara Ketua Umum LKN Samsul Hadi dan Ketua Umum HNSI Mayjen Mar. (Purn) Dr. H. Yussuf Solichien, MBA, Ph.D di Kantor DPP HNSI, Jakarta Pusat,Rabu (30/12/2020).

Penandatanganan MoU ini juga disaksikan jajaran pengurus kedua organisasi tersebut antara lain dari LKN adalah Totok Sediantoro (Sekjen), Harianto (Divisi Industri), Hutapea (Divisi Humas ) dan Gigih (alumni perkapalan). Sedangkan dari HNSI yang hadir antara lain Dr. Ir. Anton Leonard, SP, MM (Sekjen), Lydia Assegaf, SE, Secarpiandy, SH dan Fredy F Aronggear.
Menurut Yussuf Solichien, kerja sama ini dilakukan guna mendukung agenda pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, terutama dalam aspek pembangunan manusia.

“LKN memiliki Program SDM Unggul, kita terutama daya saing nelayan kita kan masih rendah. Oleh karena itu, harapan kami, kerja sama dengan LKN ini, kita akan memberdayakan nelayan untuk menjadi sumber daya yang lebih memiliki daya saing. Omong kosong poros maritim dunia bisa tercapai apabila sumber daya nelayannya, atau sumber daya perikanan dan kelautannya itu tidak unggul,” tutur dia.
Dengan kerja sama ini, Yussuf berharap akan ada pelatihan-pelatihan maupun penyuluhan-penyuluhan agar nelayan memiliki daya saing. Dengan begitu, konotasi nelayan-nelayan Indonesia yang selama ini identik dengan kemiskinan, tidak berpendidikan, dan termarjinalkan bisa berubah menjadi lebih baik. “Itu harapan saya sehingga ke depannya sinergi LKN bisa dilaksanakan untuk mencapai SDM perikanan yang unggul,” ujar dia.

Setelah penandatangan MoU ini, menurut Yussuf, LKN bersama HNSI akan membuat Pokja-Pokja atau kelompok kerja yang akan menyusun action plan dari kerja sama ini. Pokja juga akan menginventarisasi hal-hal apa saja yang bisa dikerjasamakan.
“Kita belum pada hal-hal yang bersifat teknis. Ke depan kita akan menjadi pusat-pusat pelatihan atau pusat-pusat penyuluhan agar nelayan kita lebih berpendidikan,” tutur Yussuf.

Fotografer & reporter: Rendy MR
