TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi Melesu, Konsumen Indonesia Masih Optimis

Nurdian Akhmad
29 July 2015 | 16:58
rubrik: Capital Market
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

 

Jakarta-Thebusinessnews. Para pelaku perekonomian di Indonesia masih saling menunggu kucuran dana pembangunan dana pemerintahan. Hinga kuartal kedua ini pemerintah belum juga mencairkan dana pembangunan yang diperkirakan sebesar Rp 1.000 triliyun tersebut. Dengan cairnya dana belanja modal dari pembangunan nasional ini akan mengalami peningkatan perekonomian nasional dari seluruh sector, demikian dikatakan Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin.

“Apabila pemerintah sudah mencairkan dana pembangunan ini pada seluruh sector ini yang cukup besar juga apakah itu pada bidang infrastruktur dan bidang lainnya maka angka tersebut cukup signifikan juga dalam memberikan gairah perekonomian Indonesia ini” papar Agus di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015

Walaupun demikian Nielsen global survey of consumer confidance and intentions yang diliris  baru baru ini menyatakan bahwa konsumen Indonesia merupakan Negara paling optimis ketiga di dunia yang dilakukan survey oleh Nielsen ini. Indonesia masih merupakan Negara urutan tiga teratas paling optimis pada kuartal kedua tahun 2015 ini. Dengan skor indeks keyakinan sebesar 120 (turun 3 poin persentase dari kuartal sebelumnya). Sementara India masih menjadi Negara paling optimis dengan skor indeks 131-tertinggi sejak 2011 dan berikutnya diikuti oleh Filipina dengan skor indeks 122.

Kekawatiran akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali muncul di kuartal ini. Dan juga anjloknya harga BBM dunia serta jatuhnya harga-harga barang-barang mineral di pasaran dunia baik itu emas, nikel, tembaga serta harga Crude Oil menjadi parameter melemahnya perekomian Indonesia ini pada level 4,7%, sementara laju perekonomian Negara tetanga seperti Filipina meningkat secara drastic sebesar 5.5%. Dan juga penurunan serapan tenaga kerja pada industry pertambanngan dan migas Indonesia akan mempengaruhi perekomian Indonesia.(Albarsah)

BACA JUGA:   Ini Adalah Rekomendasi Saham Hari Ini
Previous Post

OJK Diminta Perketat Pengawasan Perbankan

Next Post

General Elektrik Siap Bangun Pabrik Turbin di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR