Jakarta, TopBusiness—Pandemi Covid-19 masih jadi isu utama pada bursa saham AS. Secara kumulatif sudah ada 84 juta orang yang dilaporkan mengidap Covid-19 secara global. Hal tersebut dipaparkan dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini.
Dari AS sendiri ada sejumlah 20 juta kasus atau hampir seperempat dari total kasus. Dari perkembangan vaksin, per akhir Desember 2020 lalu sudah ada 2.8 juta warga AS yang sudah di vaksin. “Kedepannya, dapat dicermati perembangan dari distribusi dan proses vaksinasi mengingat Pfizer dan Moderna sudah mendistribusi sebanyak 14 Juta dosis ke berbagai negara bagian”, demikian dipaparkan oleh riset harian tersebut.
Sentimen global lainnya adalah kasus Covid-19 yang kembali meningkat di Jepang yang belakangan ini mencatatkan penambahan kasus sebanyak 4.000 lebih dan menjadi kenaikan tertinggi. Saat ini Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan deklarasi darurat nasional dan jam operasional restoran di Jepang dibatasi sampai jam 20.00 saja.
Dari dalam negeri, kasus harian Covid-19 terlihat masih bertambah pada hari Minggu kemarin dengan penambahan 6,877 kasus baru (Sabtu: 7.203 kasus) dan rasio dari kasus terkonfirmasi/jumlah test mencapai 24.8% (Sabtu: 29.5% positive rate).
Saat ini akumulasi kasus Covid-19 berjumlah 765.350 kasus, dengan pasien sembuh sebanyak 631.937 pasien (82.5% recovery rate). Dari progress vaksinasi di dalam negeri, kabarnya mulai pertengahan Januari-April 2021 akan dimulai vaksinasi tahap I dengan memprioritaskan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia. PSBB transisi DKI Jakarta diperpanjang hingga 17 Januari 2021.
Kemudian, riset tersebut menjabarkan bahwa pada penutupan perdagangan 2020 lalu, IHSG ditutup melemah – 0.95% dan secara tahunan ditutup melemah -4.84% ke level 5.979.
Hari ini akan ada rilis data Markit Manufacturing PMI Indonesia (sebelumnya: 50.6), Indeks Keyakinan Konsumen (sebelumnya: 92.0) dan inflasi (sebelumnya: +1.59% yoy; +0.28% mom; konstan +1.61% yoy serta +0.37% yoy).
“Pagi ini pasar regional dibuka menguat dengan Nikkei +0.43%. Kami perkirakan IHSG akan menguat namun dalam pergerakan yang terbatas”, papar riset tersebut.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
