Jakarta, TopBusiness—Untuk periode 2021 sampai 2024, pasokan baru pada perkantoran Jakarta, diprediksi sebesar 930.000 m2.
“Dan sekitar 60% dari pasokan baru tersebut, ada di kawasan CBD Jakarta,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta hari ini, dalam paparan hasil riset terbaru, yang berlangsungnya melalui jaringannya internetnya.
Untuk CBD Jakarta, rata-rata tambahan pasokan perkantoran pada periode 2021-2024, hanya 40% kalau dibandingkan dengan periode 2017-2020. “Sedangkan untuk non-CBD, kecenderungan yang sama pun terjadi yakni bahwa pasokan baru 2021-2024 lebih rendah [daripada 2017-2020],” kata Ferry.
Sementara untuk tahun 2021 itu sendiri, sektor perkantoran Jakarta akan lebih baik dari sisi level penyerapan. Akan tetapi, pasokan baru dari beberapa proyek yang selesai, terus menekan tingkat hunian.
“Namun, dengan pasokan baru yang terbatas, kumulasi serapan mulai membaik dan rata-rata tingkat hunian membaik pada 2023 dan 2024,” ucap Ferry.
Sektor perkantoran Jakarta memang kelebihan pasokan dalam beberapa tahun terakhir. Dan kini masuk pada fase perlambatan pasokan baru. “Untuk tahun 2021, ada pasokan baru akan tetapi tidak banyak. Dan itu berasal dari beberapa gedung yang memang sudah konstruksi,” kata dia.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
