TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peringkat MDKA Bisa Naik Jika Cadangan Emas dan Tembaga Diperbesar

Busthomi
11 January 2021 | 14:13
rubrik: Capital Market
Peringkat MDKA Bisa Naik Jika Cadangan Emas dan Tembaga Diperbesar

Jakarta, TopBusiness – Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Christyanto Wijaya menyebut PEFINDO telah menegaskan peringkat “idA” untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2020. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”.

Menurut dia, Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

“Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi,” katanya dia dalam hasil rsietnya, dikutip Senin (11/1/2021).

Peringkat tersebut mencerminkan biaya tunai (cash cost) Perusahaan yang rendah, potensi perolehan pendapatan yang lebih tinggi dari proyek Acid Iron Metal (AIM), serta permintaan emas yang tinggi.

Namun, kata dia, peringkat tersebut dibatasi oleh sumber daya tambang yang terbatas, eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca yang tidak menguntungkan, dan risiko pengembangan tambang di daerah baru.

“Dan peringkat dapat dinaikkan jika perusahaan mampu meningkatkan profil tambang dengan memperbesar cadangan emas dan tembaga serta progres perkembangan proyek AIM yang lebih baik,” terangnya.

Tak hanya itu, dilanjutkan dia, hal tersebut juga harus diikuti oleh struktur permodalan yang konservatif dan perlindungan arus kas yang kuat dengan tetap mempertahankan marjin profitabilitas yang baik.

Akan tetapi, peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan membiayai belanja modalnya dengan utang dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan struktur permodalan Perusahaan menjadi lebih agresif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari 3,0x secara berkelanjutan tanpa disertai oleh profil bisnis yang lebih kuat.

“Penurunan signifikan pada harga emas juga dapat menyebabkan penurunan peringkat karena dapat memberikan dampak negatif kepada profil keuangan Perusahaan,” katanya.

BACA JUGA:   Kantongi idAA-, Potensi Bisnis Elnusa Masih bisa Melemah

Sebagai tambahan, perusahaan mempunyai proyek jangka panjang yang terletak di Pani dan Banyuwangi (proyek Tembaga Tujuh Bukit) yang membutuhkan belanja modal dalam jumlah signifikan.

“Kami belum mempertimbangkan rencana belanja modal dan potensi pendapatan dari proyek tersebut kedalam proyeksi keuangan Perusahaan,” ujar dia.

MDKA berdiri pada tahun 2012 dan bergerak dalam kegiatan pertambangan. Pada saat ini, perusahaan mempunyai dua operasional tambang yang terletak di Tujuh Bukit, Banyuwangi untuk pertambangan emas dan Pulau Wetar, Maluku untuk pertambangan tembaga.

Per 30 September 2020, pemegang saham Perusahaan adalah PT Saratoga Investama Sedaya (19,13%), PT Mitra Daya Mustika (13,47%), Garibaldi Thohir (8,20%), PT Suwarna Arta Mandiri (6,33%), Pemda Kabupaten Banyuwangi (5,23%), dan lainnya termasuk publik (47,64%).

FOTO: Istimewa

Tags: cadangan emasMDKApefindosaham mdka
Previous Post

Hari Pertama PPKM, Pengguna KAI Commuter Berjalan Tertib

Next Post

Hutama Karya Kebut Bendungan Meninting Rampung 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR