TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Padat Karya ABSAH Kementerian PUPR TA 2021 Mencakup 273 Lokasi

Albarsyah
13 January 2021 | 11:25
rubrik: Ekonomi
Padat Karya ABSAH Kementerian PUPR TA 2021 Mencakup 273 Lokasi

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan  Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak  Pandemi COVID-19.

Pada TA 2021, pembangunan infrastruktur ABSAH dilaksanakan melalui Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) di 273 lokasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp 80 miliar.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan uang hingga ke desa-desa.

“Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT  harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya keoada redasksi TopBusiness.id.

Infrastruktur ABSAH utamanya dibangun di daerah kering untuk menampung air hujan sebagai sumber air baku bagi masyarakat. Inovasi ini dinilai sangat membantu penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat yang bersumber dari air hujan dengan memenuhi baku mutu untuk layanan standar kebutuhan air baku minimal.

Diharapkan teknologi ABSAH juga turut membantu masyarakat di daerah susah air khususnya di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19. Sehingga  masyarakat akan terbantu secara sosial maupun ekonomi karena tidak harus membeli air (memanfaatkan air hujan).

Pembangunan ABSAH akan melibatkan masyarakat penerima manfaat untuk masing-masing lokasi dengan total target 2.662 tenaga kerja. Prinsip kerja Teknologi ABSAH adalah  infrastruktur penyediaan air baku mandiri dengan menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan (kerikil,pasir, bata merah,batu gamping, ijuk, dan arang).

BACA JUGA:   Rampungkan Proyek DAS Kulon Progo Senilai Rp295 Miliar, PTPP: Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Inovasi ini sudah banyak diterapkan oleh Kementerian PUPR di wilayah sulit air/kering karena  faktor  geologi  dan  iklim, pulau – pulau kecil, dan daerah berair asin seperti Pulau Miangas, Pulau Hiri, Pulau Pasi, dan Pulau Lombok. Pada TA 2020, Program PKT ABSAH telah menjangkau 104 lokasi senilai Rp 37,8 miliar dan menyerap 849 tenaga kerja.

Infrastruktur ABSAH salah satunya yang telah selesai dan diserahterimakan berada di Kabupaten Kubu Raya. Pembangunannya dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR berupa teknologi ABSAH dan air gambut sebagai sumber air baku masyarakat di daerah Sungai Kakap dan Sungai Ambawang. Air ABSAH sendiri menggunakan air hujan sebagai bahan baku utama untuk dikonsumsi menjadi air minum dan instalasi air gambut diproses digunakan untuk mandi dan mencuci.

Previous Post

Naik di Tiga Ruas, Ini Daftar Tarif Tol Baru Milik Jasa Marga

Next Post

Belanja Kementerian PUPR 2021 Rp 14,76 Triliun Berasal dari SBSN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR