Jakarta-Thebusinessnews. Sepanjang semester I 2016 PT BRI Tbk ( BBRI ) mencatakan ratio keuntungan berbasis bunga atau NIM ( net interest margin ) sebesar 8,4 persen dari 8, 2 persen pada semester 1 2015. Peningkatakan tersebut bukan didorong oleh kebijakan menaikan suku bunga kredit.
Manajemen BBRI mengakui bahwa peningkatan NIM tersebut sebagai hasil dari penekanan biaya dana atau cost of fund. “Cosf of fund kami dapat kami tekan karena cash ratio ( ratio dana tunai) terjaga,“ ujar Direktur Utama BBRI, Asmawi Sjam di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin( 15/8/2016).
Ia menjelaskan, penekakan cash ratio itu karena keberhasilan manajemen dalam memantau ketersedian uang tunai di seluruh jaringan kantor BRI di seluruh Indonesia. Pergerakan cash lebih efisien “Dengan pemanfaatan teknologi informasi sangat membantu kami dalam menjalan cash manajemen, apalagi dengan beroperasinya satelit BRIsat,“papar dia.
Selain itu, menjaga rasio dana pihak ketiga ( DPK ) dan kredit atau loan to depocit ratio ( LDR ) diangka 90 persen. “Jadi dana dana yang diambil dari masyarakat ditempatkan di kredir secara efektif, sehingga biaya dana kami turun“ ujar dia. (az)