TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tingkatkan Pencadangan, Laba Semester I 2016 BBRI Hanya Tumbuh 1,51 Persen

Nurdian Akhmad
15 August 2016 | 15:00
rubrik: Finance
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

Jakarta-Thebusinessnews. Sepanjang Semester I 2016 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih  Rp 12,04 triliun atau hanya naik 1,51 persen dibanding semester I 2015.

Menurut Direktur Utama BBRI,  Asmawi Syam  menyebutkan pertumbuhan tipis itu sebagai bentuk kehati hatian persero dengan meningkatkan rasio pencadangan kredit bermasalah  dari 141 persen  pada semester I 2015 menjadi 150 persen pada semester I 2016. “ Ini sebagai bentul prudential kami sehingga biaya pencadangan menjadi Rp 7,3 triliun,” terang dia di jakarta, Senin(15/8/2016).

Kinerja laba banyak didorong oleh peningkatan Fee Base Income (FBI) BRI yang menunjukkan kenaikan hingga double digit. Perolehan FBI di kuartal II-2016 tercatat tumbuh sebesar 16,9 persen (yoy), atau mencapai Rp4,1 triliun. Di mana fee yang berasal dari transaksi e-banking meningkat hingga 24,9 persen atau menjadi Rp979 miliar.

Posisi aset bank yang fokus pada segmen mikro ini pun mengalami pertumbuhan sebesar 16,8 persen (yoy), dari Rp747,7 triliun menjadi Rp872,9 triliun. Kenaikan jumlah aset tersebut banyak didorong oleh peningkatan penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis.

Asmawi memaparkan, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp590,7 triliun di semester I-2016, atau naik 17,3 persen dari hasil perolehan kredit sebesar Rp503,6 triliun per Juni 2015, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga di level 2,3 persen (gross), dan 0,6 persen untuk NPL nett.

Dari total penyaluran kredi ke berbagai segmen bisnis, segmen mikro masih menjadi kontributor utama baik dari segi pertumbuhan maupun porsi penyaluran. Pada kuartal II tahun ini, pertumbuhan kredit di segmen mikro tercatat tumbuh sebesar 22,3 persen (yoy), atau menjadi Rp202,9 triliun. Sedangkan dari segi porsi penyaluran jumlah ‎kredit yang disalurkan ke segmen mikro mencapai 34,3 persen.

BACA JUGA:   3 Bulan, OJK Telah Pungut Rp 600 Miliar

‎H‎ingga Juni 2016, sambung Asmawi, Return on Assety (RoA) berada di level 3,7 persen dan Return on Equity (RoE) di posisi 25,2 persen. Terkait likuiditas dan permodalan tercatat sebesar 90 persen untuk rasio kredit terhadap DPK atau LDR dan sebesar 22,1 persen untuk rasio kecukupan modal (CAR).

Dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, ‎Asmawi menambahkan, BRI terus mengoptimalkan seluruh linis bisnis yang dimilikinya. Dengan didukung oleh unit kerja konvensional 10.628 unit dan jaringan e-channel sebanyak 212.583 unit.(az)

Previous Post

Rasio Keuntungan Berbasis Bunga BRI Terus Naik Hingga 8,4 Persen Pada Semester 1 2016

Next Post

Biaya Penjaminan Efek Surat Utang Perlu Diatur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR