Jakarta, TopBusiness – Proses vaksinasi covid-19 di Indonesia sudah dimulai oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo sendiri telah menerima suntikan dosis perdana vaksin Sinovac pada Rabu lalu (13/01/2021). Penyuntikan vaksin terhadap orang nomor satu di Indonesia tersebut, menandakan program vaksinasi terhadap masyarakat luas telah dimulai.
Pemerintah pun menargetkan setidaknya 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa yang harus diberi vaksin. Program vaksinasi Covid-19 ini, menurut Presiden, menjadi kunci pemulihan ekonomi tahun ini.
Sejauh ini, pandemic memang telah menggerus perekonomian secara global. Negara maju, negara miskin, negara besar maupun negara kecil, terkena dampaknya tanpa kecuali. Dalam laporannya, World Economic Outlook 2020: A Long and Difficult Ascent, Dana Moneter Internasional (IMF) meramal perekonomian global akan jatuh hingga minus 4,4 persen pada tahun ini. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memberikan ramalan tak jauh beda: minus 4,2 persen.
Bagaimana perekonomian dunia dan Indonesia pada 2021? Kuncinya ada pada kemampuan mengatasi pandemi. Pemberian vaksin menjadi senjata utama untuk mengatasi Covid-19. Ada 61 kandidat vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis.
Sebagian vaksin telah mendapatkan izin penggunaan darurat di sejumlah negara, di antaranya vaksin buatan Moderna dan Pfizer-BioNTech. Di Indonesia sendiri, vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh BPOM dan dilansir memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.
Untuk itu dengan adanya vaksinasi ini, menurut ekonom Bank DBS Kee Yan Yeo, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali positif, tumbuh 4 persen tahun depan. “Untuk memperbaiki ekonomi nasional, Indonesia tidak terlalu bergantung pada sektor pariwisata dan transportasi, namun membangkitkan kembali ekonomi domestik menjadi hal yang krusial,” jelas dia, di Jakarta, Senin (25/1/2021).
Dengan dimulainya vaksinasi ini, kata dia, diharapkan Pemerintah Indonesia tidak perlu mengulangi lagi pembatasan sosial secara ketat yang telah membuat banyak perusahaan babak belur selama periode pandemi.
“Selain vaksinasi, stimulus ekonomi dari Pemerintah dan Undang-undang Cipta Kerja diharapkan akan menjadi tambahan ‘vitamin’ bagi pemulihan ekonomi Indonesia,” kata dia.
Meski begitu, kata dia, proses produksi dan distribusi vaksin akan menjadi tantangan besar berikutnya. Seberapa besar kapasitas produksi dan kemampuan mendistribusikan vaksin akan menentukan berapa lama waktu untuk vaksinasi hingga mencapai herd immunity atau masyarakat kebal virus.
Sejumlah lembaga menyampaikan, kecepatan dan kemampuan setiap negara dalam vaksinasi Covid-19 ini akan berbeda-beda. “Mengingat besarnya populasi dunia dan keterbatasan kapasitas produksi, tantangan logistik, distribusi, dan administrasi vaksin, proses vaksinasi akan membutuhkan waktu,” ujar Kee Yan Yeo.
Maka dari itu, dalam laporan Bank DBS Indonesia berjudul “Regional Equity Outlook 2021: Taming Covid-19” beberapa waktu lalu, diperkirakan hanya 38 persen populasi global yang akan mendapatkan vaksin pada akhir tahun 2021. Hingga 2022, populasi global diprediksi akan mencapai kekebalan kelompok setelah sekitar 70 persen penduduk divaksinasi.
FOTO: Istimewa
