TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Emiten Tambang Bakal Terkerek Kenaikan Harga Komoditas

Busthomi
26 January 2021 | 13:13
rubrik: Capital Market
Lunasi Utang, BMRS Terbitkan Private Placement

Jakarta, TopBusiness – Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya memaparkan soal kinerja emiten pertambangan di tengah harga komoditas yang mulai menaik. Sehingga dengan kenaikan harga komoditas itu kemungkinan juga bakal mengerek harga saham emiten tersebut.

Menurut dia, pihaknya memperkirakan harga minyak WTI akan menarik selama sepekan ini. Lantaran diperkirakan aka nada permintaan yang lebih tinggi. “Tak hanya minyak WTI, kami juga memperkirakan harga batubara global berpotensi menarik, karena perkiraan kenaikan pertumbuhan konsumsi listrik di China pada bulan Desember,” tutur dia di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Dengan kondisi tersebut, dalam pandangan Marae, Saham PT Medco Energi Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan saham terkait minyak dan batubara lainnya akan menarik minggu ini.

Lebih lanjut dia menegaskan, selain minyak bumi dan batubara, dia juga memperkirakan secara keseluruhan pihaknya berpikir harga global komoditas nikel juga akan diperdagangkan lebih tinggi. Hal ini lantaran adanya beberapa katalis positif.

“Selain nikel, kami juga berpikir harga global timah akan diperdagangkan lebih tinggi untuk minggu ini. Akan tetapi, kami perkirakan harga global emas justru akan diperdagangkan mixed karena perkiraan penguatan daya beli di AS,” tutur dia.

Dalam konteks ini, dia berpandangan untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Timah Tbk (TINS) dan saham terkait nikel dan timah lainnya juga akan menarik minggu ini.

Namun begitu, dia melihat untuk komoditas kelapa sawit tak sebagus komoditas lainnya. Menurutnya, peristiwa La Nina yang moderat tahun ini akan menjadi upside risk harga CPO global untuk minggu ini. Apalagi, berdasarkan survey terbaru yang dilakukan oleh Intertrek Testing Services, ekspor CPO Malaysia 1-20 Januari turun 43,1% menjadi 607.900 ton dibandingkan periode sebelumnya.

BACA JUGA:   Saham KEEN Melonjak 48,99 Persen di Perdagangan Perdana

“Jadi, secara keseluruhan, menurut kami harga CPO global akan diperdagangkan di kedua sisi pasar minggu ini karena katalis dua sisi itu,” pungkas Hariyanto.

FOTO: Istimewa

Tags: emiten tambangharga komoditasharga saham
Previous Post

Strategi AkzoNobel Urus Karyawan di Kondisi Pandemi

Next Post

Indo Premier: Sekuritas Ritel Terbaik Versi Asiamoney

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR