Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemhannya. Banyaknya sentiment negatif yang mengganggu Indeks disebut menjadi pemicunya. Seperti sentiment kasus Covid, kebijakan pemerintah AS, dan sebagainya.
Menurut analis pasar modald dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan 2.12% di level 5979.39. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Namun sayangnya, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
“Sehingga masih terlihat beberapa pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG,” tutur Nafan daalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Jumat (29/1/2021).
Dengan kondisi tersebut, kata dia, berdasarkan rasio fibonacci, adapun untuk level support maupun resistance IHSG akan berada pada rentang 5853.26 hingga 6064.55.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– AALI, dengan daily (11050). RoE: 3.97%; PER: 28.44x; EPS: 408.80; PBV: 1.15x; Beta: 1.55. Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 10750 – 11050, dengan target harga secara bertahap di 11575, 12650 dan 13750. Support: 10750 & 10475.
– BBTN, dengan daily (1625). RoE: 8.34%; PER: 11.43x; EPS: 142.20; PBV: 0.95x; Beta: 2.26. Terlihat pola doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 1595 – 1625, dengan target harga secara bertahap di level 1740, 1805, 1865, 2110 dan 2180. Support: 1515.
– BMRI, dengan daily (7050). RoE: 9.70%; PER: 17.41x; EPS: 404.85; PBV: 1.69x; Beta: 1.5. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 6900 – 7050, dengan target harga secara bertahap di level 7275, 7550, 7850 and 8050. Support: 6900 & 6700.
– CPIN, dengan daily (5800). RoE: 13.46%; PER: 31.27; EPS: 185.45; PBV: 4.21x; Beta: 0.82. Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 5700 – 5800, dengan target harga secara bertahap di level 5900, 6600, 7275 dan 7975. Support: 5550 & 5225.
– LINK, dengan daily (2800). RoE: 19.69%; PER: 8.71x; EPS: 321.33; PBV: 1.69x; Beta: 1.01. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2740 – 2800, dengan target harga secara bertahap di level 2990, 3100 dan 3950. Support: 2690 & 2500.
– MYOR, dengan daily (2790). RoE: 18.53%; PER: 29.79x; EPS: 92.65; PBV: 5.51x; Beta: 0.19. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 2750 – 2790, dengan target harga secara bertahap di 2880 dan 2950. Support: 2730 & 2680.
– PPRE, dengan daily (202). RoE: 0.78%; PER: 94.69x; EPS: 2.13; PBV: 0.74x; Beta: N/A. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 196 – 202, dengan target harga secara bertahap di level 224, 270 dan 316. Support: 189 & 178.
FOTO: TopBusiness
