Jakarta, TopBusiness – PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), satu perusahaan yang bergerak pada perdagangan ritel produk elektronik dan furniture rumah tangga dengan brand UFO Elektronika, baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan melakukan aksi korporasi ini dengan skema initial public offering (IPO).
Dalam penawaran perdana ini, perseroan melepas sebnayak 457,5 juta saham kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp101- per saham. Atau setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan. Dan dana yang dikantongi sebanyak Rp46,2 miliar.
Poedji Harixon, Direktur Utama UFOE, dengan pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk go public. Dan perseroan akan menggunakan dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, untuk investasi penambahan tanah beserta bangunan untuk toko dan gudang di Gresik, Jawa Timur dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Serta sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas serta dua penjamin emisi efek yakni PT Panca Global Sekuritas dan PT Danatama Makmur Sekuritas.

Anshy M Sutisna, Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas menambahkan, pada masa IPO tercatat sebanyak 1.557 investor melakukan pemesanan saham UFOE.
Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah 1488 merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment, sehingga terjadi oversubscribed sebesar 38,05 kali dari jumlah saham yang ditawarkan, yang menyebabkan kelebihan permintaan sebanyak 1,37 kali dari total IPO.
Pasca IPO, komposisi pemegang saham Perseroan setelah IPO, yakni PT Damai Sejahtera Lestari Investama (72%), Pudji Harianto (4,80%), Poedji Harixon (3,20%), dan masyarakat (20%) .
Direktur Keuangan UFOE, Soeliana Tanumihardjo menjelaskan, fundamental perseroan juga sangat baik. Perseroan membukukan penjualan pada periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 sebesar Rp343,3 miliar, naik 11,40% dibandingkan Penjualan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.
Juga ada peningkatan laba tahun berjalan perseroan dan perusahaan anak pada periode semester I-2020 itu sebesar Rp931,8 juta atau meningkat 58,27% dibandingkan dengan periode tanggal 30 Juni 2019 lalu. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan laba kotor sebesar Rp4,3 miliar atau 17,63%.
Dan per tanggal 30 Juni 2020, total aset perseroan sebesar Rp290,5 miliar dengan total liabilitas perseroan sebesar Rp171,6 miliar dan total ekuitas perseroan sebesar Rp 118,9 miliar.
FOTO: Istimewa
