TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Keunggulan Reksa Dana Baru Trimegah AM Berbasis Ekuitas

Busthomi
9 February 2021 | 13:04
rubrik: Capital Market
Ini Keunggulan Reksa Dana Baru Trimegah AM Berbasis Ekuitas

Jakarta, TopBusiness – PT Trimegah Asset Management (Trimegah AM) mengumumkan peluncuran Reksa Dana Indeks (berbasis ekuitas), yaitu: Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index.

Reksa Dana ini dibentuk sebagai alternatif atau pilihan investasi yang bertujuan untuk memberikan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang sejalan dengan kinerja indeks melalui pendekatan investasi pasif dengan mereplikasi FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index.

Menurut Direktur Utama Trimegah AM, Antony Dirga, reksa dana baru ini akan menempatkan portofolio sebanyak 80-100% pada efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang ditawarkan melalui penawaran umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Ini yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar di FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index, dan 0-20% pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun,” jelas Antony dalam press conference Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index, Selasa (9/2/2021).

Kata dia, keputusan Trimegah AM menerbitkan Reksa Dana Indeks berbasis saham-saham yang terdaftar dalam FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index ini memiliki alasan yang sangat kuat. 

Dipaparkan Antony, karena pemulihan ekonomi Indonesia yang akan terjadi di tahun 2021 dan memiliki momentum positif untuk beberapa tahun ke depan akan terefleksikan juga ke pasar saham Indonesia. “Potensi pertumbuhan ekonomi maupun pasar saham ini didukung oleh berbagai faktor internal dan eksternal,” ujarnya. 

Faktor internal tentunya terkait dengan proses distribusi vaksinasi yang berjalan lancar, sehingga diharapkan perekonomian akan segera pulih.

Dari sisi global, Trimegah AM berekspektasi bahwa likuiditas di dunia masih akan melimpah akibat kebijakan-kebijakan akomodatif oleh developed countries. Hal ini tentunya akan berdampak positif ke emerging market seperti Indonesia, yang pada akhirnya mendukung kinerja reksa dana berbasis saham, termasuk Reksa Dana Indeks baru dari Trimegah AM ini.

BACA JUGA:   BEI Suspensi Saham GGRP

Dana Kelolaan

Selain itu, perkembangan dana kelolaan Reksa Dana yang dikelola secara pasif, seperti Reksa Dana Indeks dan ETF memiliki peluang besar untuk berkembang. Sejak 2018 hingga 2020 dana kelolaan Reksa Dana Indeks mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sebesar 135%. Hal tersebut menunjukkan besarnya minat investor terhadap reksa dana jenis ini. 

Trimegah AM meyakini bahwa Reksa Dana Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index akan menjadi pilihan yang tepat bagi investor ritel maupun institusi yang ingin mendapatkan imbal hasil yang atraktif dan ingin tetap memiliki exposure ke market.

“Setelah menganalisa beberapa jenis indeks saham Indonesia, pilihan kami jatuh kepada indeks FTSE Indonesia Low Volatility Factor Indeks,” tandas Antony.

Reksa dana ini, kata dia, tidak hanya memiliki kinerja jangka panjang yang unggul, namun juga terdiri dari 31 saham dengan kapitalisasi pasar yang besar serta memiliki volatilitas yang rendah. Dengan kata lain portofolio yang terbentuk memiliki likuiditas yang baik serta tingkat risiko yang terjaga.

Dengan peluncuran reksa dana ini, Trimegah AM telah memiliki range produk reksa dana yang semakin lengkap. “Ke depannya, kami tetap berkomitmen untuk melakukan inovasi-inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam mencapai tujuan-tujuan finansialnya,” ujar dia.

Trimegah AM yang telah berpengalaman dalam mengelola reksa dana secara profesional, menargetkan dana kelolaan pada Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index di akhir tahun 2021 mencapai Rp300-500 miliar. Reksa dana ini dapat dimiliki dengan minimum investasi sebesar Rp100.000.

FOTO: Istimewa

Tags: reksadana barutrimegah asset managementTrimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index
Previous Post

2020, BPPP Kemendag Hasilkan 64 Rekomendasi

Next Post

Penanganan Jalan KM 122+400 arah Jakarta di Ruas Tol Cipali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR