
Jakarta-Thebusinessnews. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai perusahaan asuransi lokal perlu memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan permodalannya untuk dapat ikut serta penjaminan proyek infrastruktur di dalam negeri.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, dana pemerintah untuk infrastruktur periode 2015-2015 sangat besar, yaitu sekitar Rp 5.500 triliun.
Namun, kebutuhan dana tersebut pemerintah bisa saja mencari pinjaman dari luar negeri dan ketika sebagian dana berasal dari luar, maka pihak pemberi pinjaman sekaligus membawa perusahaan asuransi guna mengcover proyek infrastruktur.
“Tantangan bagi asuransi lokal, yaitu meningkatkan SDM dan struktur permodalannya sehingga bisa mendapatkan rating internasional dan dapat berkecimpung di proyek infrastruktur,” tutur Rosan di Jakarta, Selasa (11/8/2015).
Menurut Rosa, SDM dan permodalan asuransi lokal masih tertinggal jauh dibandingkan perusahaan asuransi di luar negeri. Tetapi, jika asuransi dalam negeri ingin ikut serta dalam memberi penjaminan diinfrastruktur maka bisa di alat-alatnya.
”Contohnya projek power plan, itu membutuhkan pendaan dari luar negeri, power plannya sudah di cover. Perusahaan asuransi lokal bisa mengcover kendaranya, seperti escavatornya dan lainnya,” tuturnya. (AZ)