
Jakarta-Thebusiness, Ratio Non Performance Loan (NPL ) PT Bank Harda Internasional Tbk pada semester I 2015 cukup tinggi karena mencapai 2,7 persen. Hal itu disumbangkan oleh sektor pertambangan , transportasi dan industri. Untuk itu Bank Harda mulai melirik sektor ritel dan komersial.
Direktur Utama PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), Antonius Prabowo Argo menyatakakan akan lebih memperbesar porsi kredit ritel dan consumer . “Ritel seperti perdagangan eceran sementara sektor konsumer akan bekerjasama dengan perusahaan multifinance. “ ujar dia, di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015.
Ditargetkan kedua sektor itu akan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun menjadi 30 persen. “ Tahun lalu penyaluran kredit kami sebesar Rp 1,5 triiliun dan diharapkan akhir tahun 2015 tumbuh 30 persen , “ ujar dia.
Untuk mendukung pertumbuha kredit tersebut, BBHI telah mendapatkan tambahan dana Rp 100 miliar yang berasal dari Initial Publik Offering (IPO). BBHI melakukan pencatatan saham perdananya pagi ini. (Az)