Jakarta, TopBusiness—Di samping menyelenggarakan program persiapan kuliah ke luar negeri, Euro Management Indonesia punya program CSR tertentu. Yakni dengan memberikan program persiapan kemampuan berbahasa asing atau kursus bahasa asing, untuk siswa.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Umum Euro Management Indonesia, Bimo Sasongko, saat diwawancara oleh Dewan Juri Top CSR Awards 2021, secara virtual, pada kemarin sore.
Bimo menjelaskan bahwa program kursus bahasa asing tersebut berjalan selama enam bulan. “Kami pun mengeluarkan investasi di nilai yang cukup signifikan untuk CSR tersebut,” papar Bimo.
Berjalan paralel dengan CSR kursus bahasa asing tersebut, adalah program persiapan kuliah ke luar negeri. Untuk program tersebut, Euro Management sudah mengedukasi sekitar 25.000 orang siswa.
Untuk penempatan siswa, Euro Management bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Termasuk di situ adalah kementerian negara dan lembaga negara.
Persentase siswa yang pada akhirnya mendapatkan bea siswa pendidikan di luar negeri berkisar 8% sampai 10% dari keseluruhan. Adapun yang lantas belajar di luar negeri dengan biaya mandiri, sekitar 20% dari siswa secara keseluruhan.
Bimo menjelaskan bahwa memang, siswa tak hanya mengikuti program tersebut untuk mendapatkan bea siswa pendidikan pada luar negeri. Namun lebih banyak yang ikut untuk menaikkan kemampuan berbahasa asing. Atau pun sebagai wadah persiapan masuk ke perguruan tinggi di dalam negeri.
Kini pada masa dampak Covid-19, program dari Euro Management berjalan secara virtual atau melalui jaringan internet. Konsultan tersebut pun terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi luar negeri, untuk mendapatkan informasi tentang penanganan Covid-19 pada negara tersebut.
“Saat ini, kedutaan luar negeri tetap membuka peluang untuk urusan kuliah, bagi siswa Indonesia,” Bimo menjelaskan.
