TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Luncurkan Platform untuk UKM, Crowdo Targetkan Transaksi Digital Capai Rp14 T

Busthomi
24 February 2021 | 10:20
rubrik: Capital Market
Luncurkan Platform untuk UKM, Crowdo Targetkan Transaksi Digital Capai Rp14 T

Jakarta, TopBusiness – Crowdo, salah satu perusahaan financial technology (fintech) yang didukung oleh teknologi Neobank untuk usaha kecil dan menengah (UKM) kembali meluncuran produk baru. Kali ini yakni platform digitalisasi UKM pertama di Indonesia dengan teknologi neobank.

Platform baru ini bertujuan untuk membantu bisnis mendigitalisasi operasional mereka guna meningkatkan produktivitas melalui integrasi operasional supply chain dengan produk keuangan dan perbankan secara online. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghemat sumber daya dan fokus pada pertumbuhan bisnismnya.

Diklaim sebagai yang pertama di Indonesia, pihak Crowdo pun menargetkan dengan produk platform baru ini bisa membantu basis klien UKM untuk mendigitalisasi transaksi supply chain mereka dengan nilai lebih dari Rp 14 triliun dan mengakses pinjaman serta produk keuangan lainnya.

“Platform baru Crowdo ini menawarkan solusi sederhana dan hemat biaya untuk dua masalah paling mendesak yang dihadapi pemilik bisnis UKM saat ini: digitalisasi supply chain dan transisi ke pinjaman online serta layanan perbankan,” kata Reona Shimada, Group CEO Crowdo, dalam acara peluncuran produk secara virtual, di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Saat ini, kata dia, sebagian besar UKM di Indonesia mengelola data dan transaksinya secara offline dan manual. Hal ini mengakibatkan produktivitas yang buruk karena pemilik bisnis harus menghabiskan banyak waktu untuk masalah non-komersial.

Dengan platform digitalisasi Crowdo ini memungkinkan perusahaan untuk secara mudah membuka rekening bank, mengelola semua faktur penjualan/invoice dan purchase order secara digital, dan meminta atau menerima pembayaran cukup dengan satu sentuhan.

Selain itu, tuturnya, meskipun UKM Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, namun mereka masih kurang tersentuh oleh lembaga keuangan tradisional. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), financing gap untuk UKM diperkirakan mencapai Rp2.300 triliun.

BACA JUGA:   1.100 Orang Sudah Daftar Berebut Apartemen

Melalui Crowdo, UKM tidak hanya akan menikmati fasilitas pinjaman yang cepat dengan biaya kompetitif, tetapi juga mendapatkan akses ke pinjaman dan perbankan yang fleksibel berdasarkan rekomendasi dari sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) milik Crowdo.

Platform Crowdo tidak hanya memberikan solusi, namun juga mudah diadopsi dan intuitif. Teknologi inovatif yang menggerakkan platform dikembangkan sesuai dengan tren neobank terbaru seperti full digital process, dokumentasi elektronik, dan AI.

Hal ini mengatasi hambatan utama dalam mengadopsi teknologi di sektor UKM dengan menawarkan antarmuka yang jelas dan mudah dipahami, serta pengalaman pengguna yang sederhana dan intuitif.

“Kami telah menjadi yang terdepan dalam inovasi digital Indonesia di sektor Fintech sejak 2017. Kami berkomitmen untuk menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi UKM Indonesia yang memainkan peran penting dalam perekonomian,” katanya.

“Peluncuran platform dengan teknologi neobank ini juga menunjukkan komitmen kami untuk mendukung pemerintah untuk digitalisasi sektor UKM,” sambung Reona.

Pandemi Covid 19 telah meningkatkan pentingnya digitalisasi dalam sektor UKM bagi Indonesia. UMKM di Indonesia mempekerjakan 97% tenaga kerja yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Pada saat yang sama, banyak UMKM yang terkena dampak signifikan akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), penutupan kantor, dan gangguan pasokan.

Pemerintah menyadari bahwa digitalisasi akan memainkan peran kunci dalam mendorong lebih dari 32 juta UMKM untuk beralih ke digital dan mendorong inovasi digital untuk bisnis ini. Platform digitalisasi UKM Crowdo diharapkan dapat memainkan peran unik untuk mendukung tujuan pemerintah ini.

“Kami yakin platform ini akan menjadi game-changer bagi UKM karena merupakan platform pertama yang mengintegrasikan digitalisasi operasional dengan solusi pinjaman dan perbankan. Poin pentingnya adalah platform ini mudah dipahami, dinavigasi, dan digunakan untuk setiap pemilik bisnis, sehingga tidak ada UKM yang tertinggal karena kurangnya literasi digital,” imbuh Nur Vitriani, Chief Operating Officer Crowdo Indonesia.

BACA JUGA:   Ketua Umum APFI: Penyaluran Dana Fintech Capai Rp455 Triliun

“Kami juga bangga dapat berperan secara proaktif dalam mendorong digitalisasi pemerintah, sehingga UKM dapat segera pulih dari pandemi, menjadi lebih digital dan lebih kuat dari sebelumnya,” katanya.

Crowdo berharap 2021 menjadi tahun pemecahan rekor bagi bisnisnya dengan target menggandakan fasilitas pinjamannya dan mendigitalisasi Rp14 trilliun nilai transaksi supply chain untuk basis anggotanya.

Melalui inisiatif ini, Crowdo bertujuan untuk membuat bisnis di Indonesia lebih produktif dan sesuai dengan ESG, sekaligus mendapatkan manfaat dengan biaya pinjaman yang lebih rendah, sehingga UKM dapat mengembangkan bisnisnya ke level lebih tinggi.

FOTO: Istimewa

Tags: Crowdofintechplatform digital UKM
Previous Post

Hambatan UMKM Go Global Versi Kopitu

Next Post

Konsultan Pendidikan Ini Punya CSR Menarik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR