TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

JIEP Siap Jadi Pengembang Kawasan Industri Modern dan Berwawasan Lingkungan

Nurdian Akhmad
24 February 2021 | 18:20
rubrik: Ekonomi
JIEP Siap Jadi Pengembang Kawasan Industri Modern dan Berwawasan Lingkungan

Jakarta, TopBusiness – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung  (JIEP) terus berbenah untuk mewujudkan visi menjadi pengembang kawasan industri modern terintegrasi bertaraf Internasional dan berwawasan lingkungan.

Untuk itu, JIEP berpartisipasi secara aktif dalam upaya mendukung Pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

SDGs merupakan prakarsa secara global dalam menyeimbangkan pencapaian kinerja aspek lingkungan, sosial dan ekonomi pada setiap penyelenggaraan kegiatan pembangunan, baik di lingkup pemerintahan maupun dunia usaha, yang dirumuskan dalam 17 tujuan pembangunan bekelanjutan.

JIEP merupakan perusahaan pengembang dan pengelola Kawasan Industri Pulogadung yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat diwakili oleh Kementerian BUMN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan porsi saham masing-masing 50 persen.

Galih Geraldi Primayana, Assistant Vice President Corporate Image Communications, CSR & PKBL PT JIEP menjelaskan, untuk menjadi visi  perusahaan, JIEP akan melakukan beberapa perubahan-perubahan total dan sangat komprehenesif misalnya terkait masterplan kawasan.

“Kawasan Industri Pulau Gadung banyak sekali industri-industri berat, ke depannya industri tersebut akan kami minimalisir untuk mengurangi dampak polusi. Nantinya kita akan menuju sebagai pengembang kawasan industri yang memberi high value added atau memberi nilai tambah tinggi yang tentunya memiliki basis atau berwawasan lingkungan dalam operasionalnya sehari-hari,” kata Galih dalam penjurian TOP CSR Awards  2021 yang dilakukan secara virtual, Rabu (24/2/2021).

Menurut Galih, pelaksanaan Program CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) diharapkan bisa mempercepat pencapaian visi JIEP menjadi pengembang kawasan industri modern terintegrasi bertaraf Internasional dan berwawasan lingkungan.

Bantu Percepat Pemulihan Ekonomi

Menurut Galih, JIEP dalam pelaksanaan program CSR dan PKBL di tengah pandemi Covid-19 tahun 2021 ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Saat ini, implementasi kedua program tersebut  diarahkan untuk  mendukung program pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

BACA JUGA:   Sejahterakan Masyarakat, PKBL Pelindo IV Ini Patut Ditiru

Misalnya  pada awal Januari 2021 lalu, JIEP bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyelenggarakan webinar  dengan tema “Strategi Bisnis UMKM Bertahan di Tengah Pandemi”.  Webinar ini dihelat untuk membangkitkan kembali pengusaha UMKM yang terpuruk akibat dampak pandemi covid.  

“Webinar ini tidak hanya dilakukan satu bulan saja, tapi juga intens per tiga bulan sekali. Pesertanya selain UMKM mitra binaan, juga pelaku-pelaku UMKM dari Jakarta maupun luar Jakarta, bahkan ada dari luar Jawa. Kemarin kami menampilkan pembicara Indra Uno, founder OKE OC. Dari pemaparan Pak Indra  banyak pelaku UMKM termotivasi dan melakukan sifting bisnisnya untuk bertahan di era pandemi saat ini,” kata Galih.

Selain itu, menurut Galih, JIEP pada Januari 2021 lalu juga melakukan Program Kemitraan berupa Pemberian Pinjaman Lunak/Modal Usaha dan pembinaan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan usaha mereka. Program ini ditujujan kepada UMKM-UMKM yang bergerak di industri kreatif dan perdagangan di sekitar kawasan Pulaugadung, Jakarta Timur. “Antusiasnya Alhamdulillah lumayan banyak,” ucap dia.

Selain membantu UMKM, program JIEP di tahun 2021 ini adalah   membantu pemerintah dalam memutus rantai penularan covid-19 melalui Program JIEP Berbagi Berkah.  “Program ini sedikit unik  karena kita tidak hanya program bagi-bagi makanan, tapi juga makanannya  mendapat supply dari para pedagang kaki lima di sekitar kawasan Pulaugadung,” kata dia.

Pada masa pandemi ini, JIEP juga ikut serta membantu tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 dengan rutin memberikan makanan sehat ke RS yang menangani pasien Covid-19 di Jakarta

Menurut Galih, pelaksanaan program CSR dan PKBL JIEP sudah mengadopsi konsep Creating Shared Value/CSV atau Berbagi Manfaat Bersama. Ada tiga kegiatan CSR unggulan yang mengadopsi konsep tersebut; pertama Pelatihan Komunitas Kreatif Kawasan JIEP (K3J).

BACA JUGA:   Realisasi PNBP Lampaui Target

K3J merupakan program pelatihan atau pemberian soft skill kepada warga sekitar Kawasan Industri Pulogadung. Peserta pelatihan tidak hanya ibu-ibu rumah tangga, tapi juga para remaja yang tergabung dalam Karang Taruna. Ini dilakukan untuk dapat menciptakan pelaku UMKM baru dengan berbagai keterampilan.

“Tahun ini kita akan melaksanakan 3-4 pelatihan   dengan jenis pelatihannya mulai  pelatihan otomotif, menjahit dan digital marketing,” ujar Galih. 

Kedua adalah program JIEP Waste Management. Ini suatu program pemanfaatan dan pendaur ulangan sampah yang berasal dari Kawasan Industri Pulogadung untuk selanjutnya dimanfaatkan dan diolah sebagai pupuk dan produk lainnya melalui Tempat Pengolahan Sampah Sementara  (TPS3R) yang dimiliki JIEP.

“Dalam Program ini kami mengadopsi SDGs 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan dan SDGs-12 tentang konsumsi dan produk yang bertanggung jawab,” tuturnya.

Ketiga adalah JIEP Green Industry. Ini juga salah satu program ambisius yang dilakukan JIEP tahun 2021.  Perusahaan berencana melakukan penanaman 10 ribu pohon di lahan kosong yang ada di Kawasan Industri Pulogadung dan beberapa waktu lalu diduki oknum secara ilegal. “Akhir Februari ini semua dibersihkan, kami akan tanami pohon untuk penghijauan guna mendukung pengembalian fungsi hutan kota,” kata dia.

Kegiatan lain yang mengadopsi konsep CSV adalah  Rumah Composting & Nursery  yang didirikan JIEP pada 26 Juni 2015. Sebelumnya,  itu merupakan lahan kosong yang digunakan warga sekitar sebagai tempat pembuangan sampah. Bahan baku kompos berasal dari sampah organik di Kawasan Industri Pulogadung.

” Kompos organik yang dihasilkan digunakan untuk pemeliharaan tanaman di sekitar area kawasan, juga dijual pada pameran-pameran,” ujar Galih.

Tags: JIEPPT JIEPTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Berikut, Rekomendasi Idea untuk Pemerintah

Next Post

Lewat WMM, Bank Mandiri Sebar Virus Kewirausahaan Saat Pandemi

Comments 1

  1. Cang Omat says:
    4 years ago

    Di media Bombastis ceritanya mengenai program Jiep tapi saya sebagai orang lingkungan yg bersentuhan area lsng dengan Jiep malah sunyi senyap nyaris tak tampak realisasinya..
    Semoga tidsk Hoax.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR