Jakarta, TopBusiness—Mamuju masih mencatatkan inflasi tertinggi di Indonesia pada Februari 2021. Jadi hal tersebut sama dengan pada Januari 2021.
“Penyebab hal tersebut, seperti kita ketahui bersama, adalah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Mamuju,” kata Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS RI), K. Suhariyanto, dalam rilis data inflasi, yang berlangsung secara online pada hari ini.
Suhariyanto menjelaskan bahwa pada Februari, Mamuju mencatatkan level inflasi 1,12% dan menjadi yang tertinggi dari 90 kota yang dimonitor BPS RI. Akan tetapi, inflasi pada Februari tersebut lebih rendah daripada di Januari 2021. “Jadi, ada perbaikan untuk Mamuju,” kata dia.
Kemudian, Suhariyanto menjelaskan bahwa level inflasi 90 kota/nasional pada Februari 2021: 0,10%. Untuk kumulasi Januari-Februari 2021 adalah sebesar 0,36.
Inflasi tertinggi di Mamuju, sedangkan deflasi tertinggi di Gunung Sitoli (Sumatera Utara). Gunung Sitoli mencatatkan level deflasi sebesar 1,55% untuk waktu tersebut. “Penyebabnya adalah naiknya harga sejumlah komoditas di Gungung Sitoli. Seperti cabaimerah. Cabai rawit. Dan daging ayam ras,” kata Suhariyanto.
Pada Februari 2021 tersebut, 56 kota mencatatkan inflasi. “Adapun deflasi terjadi untuk 34 kota,” Suhariyanto berkata.
