Jakarta, TopBusiness – Sebagai salah satu produsen semen curah dan penghasil berbagai produk agregat, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terus berupaya untuk menjadi perusahaan ramah lingkungan dan berkontribusi buat masyarakat sekitar.
PT Indocement juga menghasilkan beton siap pakai (RMC) yang berkualitas baik di dalam negeri serta melayani pasar global.
Perusahaan yang sudah go public dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berupaya untuk menekan debu yang menyebabkan polutan di lingkar produksinya serta menjadi produsen semen yang terus berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan semen terbesar di negeri ini memiliki tangung jawab sosial yang sangat tinggi dalam membangun masyarakat di sekitar lingkar produksinya, serta lingkar pemasaranya.
“Kami membangun kemitraaan dengan seluruh masyarakat, ini sejalan dengan bisnis kami serta sesuai acuan ISO 26000. Kami memberikan pembinaan yang sangat baik kepada seluruh masyarakat. Masyarakat kami bina untuk menjadi pemasok bahan bakar ramah lingkungan berupa sekam padi, atau pun juga bahan bakar berupa ban bekas,” kata Corporate Sosial Responsibility (CSR) Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Gadang Wardono dalam penjurian TOP CSR Awards 2021 yang diselengarakan secara virtual oleh Majalah TopBusiness, akhir pekan lalu.
Menurut Gadang, kemitraan dengan masyarakat ini merupakan aturan dalam ISO 26000. Saat ini Indocement sudah mengunakan bahan bakar penganti selain batubara. “Ini menjadikan lingkungan pabrik menjadi lebih bersih,” ucapnya.
Dalam membangun kemandirian di wilayah produksinya, pabrik semes ini pun mencipatakan berbagai kelompok masyarakat yang tergabung dalam klaster-klaster. Pembagian klaster tersebut setelah dilakukan survei berdasarkan kebutuhan masyarakat lokal setempat.

Gdaang mencontohkan pembinaan “Kampung Kaleng”, di mana perusahaan membina masyarakat yang menghasilkan barang dengan mutu dan kualitas, serta inovasi dari bahan baku kaleng bekas yang diolah menjadi berbagai barang kerajinan yang sangat disukai oleh masyarakat. Misalnya kaleng-kaleng kue, toples berbahan baku kaleng, serta berbagai produk yang sangat inovatif.
“Kami membagun CSR ini dengan proses, pelaksanaan serta peninjaun dengan seksama, serta terprogram dengan baik. Kami melakukan social mapping selama 4 tahun sekali. Kita lakukan mapping dengan professional, kita juga melibatkan pihak perguruan tinggi Universitas Indonesia (UI) agar program membangun masyarakat mandiri ini bisa tercapai dengan baik,” ujar Gadang Wardono.
Gadang menjelaskan, pihaknya responsif dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Perusahaan tidak memberikan apa yang tidak menjadi kebutuhan masyarakat. “Ada masyarakat yang hanya meminta pekerjaan semata. Permitaan masyarakat untuk menjadi karyawan kami salurkan melaui program kursus menjahit, setelah mereka lulus dan mahir menjahit, maka kami salurkan tenaga mereka ke perusahaan garmen yang ada di sekitar Bogor ini,” kata dia.
Untuk masyarakat yang memiliki kemampuan menjadi entrepreneur, PT Indocement membangun masyarakat menjadi pengusaha yang tangguh. “Kami bangun “Kampung Kaleng” di mana keberadaan kampung ini sudah menjadi ikon tersendiri bagi Bogor dan juga Indocement, serta banyak lagi klaster bisnis yang kami bangun agar kemandirian masyarakt bisa tumbuh dan berkembang menjadi pengusaha tangguh,” tegas Gadang.
