Jakarta, TopBusiness—Pelita Samudera Shipping melaporkan total pendapatan belum-diaudit per 31 Desember 2020 sebesar USD 68,4 juta (sekitar Rp 0,96 triliun), atau turun hanya sekitar 9% dari periode yang sama tahun lalu sekitar USD 75,3 juta. Dampak dari pandemi Covid-19 telah menekan kinerja keseluruhan tahun 2020, tetapi perseroan secara tangguh tetap berhasil memertahankan pertumbuhan positif di tengah rendahnya permintaan batubara dan juga volatilitas harga komoditas global lainnya.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Utama Pelita Samudera Shipping, Iriawan Alex, hari ini dalam keterangan tertulis.
“Walau pun menurun seperti industri lain pada umumnya, tetapi perseroan tetap memperoleh keuntungan bersih yang cukup baik dalam situasi sulit di tahun 2020 dengan cash cost yang stabil dan marjin Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) di 35%,” katanya.
Hal tersebut adalah kinerja yang sama dengan tahun 2019. “Kepercayaan pihak perbankan ternama untuk mendukung rencana pengembangan aset armada kami juga menjadi bukti bahwa perseroan telah menunjukkan kinerja yang baik,” jelas Alex.
Pertumbuhan pendapatan di 2021 ditargetkan meningkat 10-15% menjadi sekitar USD 75-80 juta dengan strategi optimalisasi aset, diversifikasi bisnis, ekspansi aset serta meningkatkan penetrasi ke pasar internasional.
Seperti 2020, kontrak sewa berjangka adalah salah satu kunci peningkatan pendapatan, di samping pertumbuhan volume pengangkutan di mana pada tahun 2020 mencapai sebesar 24,9 juta metrik ton dan ditargetkan naik sekitar 10-12% di tahun 2021.
