TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Konsistensi Baznas Entaskan Kemiskinan di Pelosok Negeri

Editor
2 March 2021 | 15:06
rubrik: CSR
Konsistensi Baznas Entaskan Kemiskinan di Pelosok Negeri

Jakarta, TopBusiness – Sebagai satu-satunya lembaga resmi penghimpun dan penyalur Zakat, Infaq dan Sedekah yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001, Baznas memiliki tugas sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan di pelosok negeri melalui optimalisasi dana zakat dan wakaf.

Hal ini seperti tercantum dalam salah satu misi yang diusung Baznas yakni Mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemoderasian kesenjangan sosial serta Mengarusutamakan zakat sebagai instrumen pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

Demikian seperti disampaikan Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta dalam penjurian Top CSR Award 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business dan berlangsung secara virtual pada Rabu, 24 Februari 2021.

Dalam kesempatan tersebut Arifin mengatakan dalam upaya untuk mengoptimalkann peran zakat untuk mengentaskan kemiskinan, saat ini Baznas memiliki tiga program utama di bidang Sosial, Ekonomi dan Dakwah & Advokasi. 

Di bidang Sosial, Baznas  memiliki lima program unggulan yakni program Baznas Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif Baznas (LAB), Rumah Sehat Baznas (RSB), Sekolah Cendekia Baznas (SCB) dan Lembaga Beasiswa Baznas (LBB).

Di bidang ekonomi, Baznas memiliki empat program yang tengah di jalankan yakni program Zakat Community Development (ZCD), Lembaga Program Ekonomi Mustahik (LPEM), Baznas Microfinance (BMFI) dan Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM).

Sementara di bidang Dakwah dan Advokasi Baznas memiliki dua program yakni Pusat Kajian Strategis Baznas (PUSKAS Baznas) dan Mualaf Center Baznas (MCB).

Adapun implementasi penerima sasaran program pengentasan kemiskinan di atas, Baznas mengklasifikasikannya pada tiga kelompok. Yakni,  Pertama, kelompok  kemiskinan yang disebabkan karena ketiadan akses terhadap pemenuhan hak-hak dasar mereka.

BACA JUGA:   CSR SIG, Membangun Keberlanjutan dengan Menyatu Bersama Masyarakat Sekitar

“Untuk kelompok ini kami kembangkan berbagai program dengan pendekatan sosial dan biasanya bersifat charity bagi mereka yang betul-betul perlu dibantu pemenuhan hak-hak dasarnya, seperti akses terhadap logistik, akses terhadap Pendidikan serta akses terhadap kesehatan,” kata Arifin.

Kelompok kedua, yakni kemiskinan yang tidak bisa tumbuh. “Jadi kalau kakeknya miskin anaknya miskin dan cucunya miskin juga. Jadi ini seperti lingkaran setan kemiskinan. Untuk golongan ini kami kembangkan paradigma penguatan ekonomi. Program-program untuk kelompok ini dikembangkan melalui paradigma ekonomi. Disana ada kegiatan yang memberikan modal mendampingi usaha dan produksi serta mendorong penguatan ekonomi,” terang Arifin.

Kelompok ketiga yakni kemiskinan yang diakibatkan karena ketidakadilan, penindasan atau kondisi alami tertentu yang mengakibatkan mereka mendapati dirinya dalam kesenjangan social. “Pada kelompok ini kami melakukan pendekatan dengan program dakwah dan advokasi,” ujarnya.

Saat ini Baznas sendiri sudah memiliki jejaring di 34 Propinsi, 463 kabupaten/kota, memiliki 24 Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional, 14 LAZ Propinsi dan 32 LAZ kabupaten/kota serta telah memiliki 182 Unit Pengumpul Zakat. Selain itu, di tahun 2020 penerima manfaat dari program optimalisasi dana zakat Baznas telah menyentuh sebanyak 1.292.246 jiwa di seluruh Indonesia.

Dengan rincian, 445.244 jiwa penerima manfaat di bidang social, 148.280 jiwa penerima manfaat di bidang ekonomi, 213.873 jiwa penerima manfaat di bidang dakwah dan advokasi, 51.087 jiwa penerima manfaat di bidang Pendidikan dan 433.762 jiwa penerima manfaat di bidang kesehatan. 

Penulis: Abi Abduljabbar Siddiq

Tags: BaznasTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Berikut, Pendapatan Pelita Samudera Pada 2020

Next Post

Geliat PT Antang Gunung Meratus Lakukan CSR untuk Dukung Strategi Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR