TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pentingnya Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat Untuk Jaga Iklim Investasi Infrastruktur Jalan Tol

Albarsyah
8 March 2021 | 07:38
rubrik: Ekda
Waktunya Direktur BEI Diisi yang Berkarir dari Bawah

Ilustrasi Human Capital/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Sekjen Asosiasi Tol Indonesia (ATI), Krist Ade Sudiyono, menyatakan soal pentingnya infrastruktur bagi kemajuan pembangunan dan perekonomian daerah yang semakin dirasakan.

“Keinginan untuk membangun dan keterbatasan anggaran yang dimiliki, akhirnya  mendorong pemerintah pusat maupun daerah mengundang partisipasi investor swasta yang  pengembalian investasinya didasarkan pada pengenaan tarif layanan. Berdasarkan 3 skema  kerjasama yang ditawarkan, ternyata sebagian besar menggunakan skema kerja sama  pemerintah dengan badan usaha (KPBU)”, tegas Krist kepada Top Business.

Seperti diketahui bahwa investasi di jalan tol memerlukan kapital yang besar dan tingkat  pengembalian yang sangat panjang, sehingga adanya kepastian usaha dan tingkat  pengembalian jangka panjang merupakan kunci utama. Salah satu contoh, Tol Jogja-Bawen yang  membutuhkan total investasi sebesar Rp 14,26 triliun dengan pengembalian selama masa konsesi  40 tahun maka tarif awal untuk golongan I yang dikenakan sebesar Rp 1.875/km.

Kepastian usaha dan tingkat pengembalian juga harus didukung oleh kerjasama yang baik dengan pihak yang memperolah manfaat yaitu pemangku kepentingan daerah setempat  termasuk Pemda, Forkominda dan masyarakat. 

Lanjut krist, kerjasama yang baik ini harus dilakukan selama proses pembangunan maupun setelah  beroperasi. Bentuk kerjasama yang baik misalnya saat periode persiapan proyek dimulai dari  komunikasi publik, pengadaan tanah, perijinan, Amdal dan lain-lain. Pada masa konstruksi diantaranya  penyediaan material galian, manajemen lalu lintas dan sebagainya.

“Setelah masa beroperasi, dukungan dan kerjasama tetap dibutuhkan terutama dalam  mengkomunikasikan ke publik saat dilakukan penyesuaian tarif jalan tol. Sebagai contohnya Ruas Tol Semarang-Solo dimana untuk menjaga kualitas layanan dan kondisi jalan, dalam waktu  dekat akan dilakukan penyesuaian tarif. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun  2004”, ujar Sekjen ATI.

BACA JUGA:   Ini Taktik Bupati Nabire Jaga Stabilitas

Sebagai pihak yang mendapatkan manfaat nilai publik paling tinggi dari keberadaan infrastruktur, seyogyanya Pemerintah Daerah menjadi katalis, fasilitator dan enabler yang aktif bagi proyek  infrastruktur.

Foto: Istimewa

Previous Post

Tol Jakarta – Cikampek II Selatan Seksi 3 Ditargetkan Rampung Maret 2022

Next Post

Hutama Karya Bangun Proyek Tol Padang – Sicincin sesuai Arahan Regulator

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR