Jakarta, TopBusiness – PT Len Industri (Persero) tak cuma konsisten untuk terus membangun negeri dengan sederet produk teknologi elektronika dan informasi yang diciptakannya, namun di samping itu perseroan juga senantiasa istiqomah menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Untuk itu, sederet program CSR dan TJSL dari BUMN yang segera bakal menjadi Holding BUMN Pertahanan itu pun diusung sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan strategi bisnis perseroan.
Apalagi program tersebut dilaksanakan dengan mengadopsi prinsip Creating Shared Value (CSV) dan ISO 26000. Sehingga prograsm CSR itu tak hanya membantu masyarakat, namun lebih dari itu, bisa berdampak positif ke perseroan. Salah satunya program CSR, Tenaga Surya untuk Bangsa.
Demikian seperti disampaikan oleh Manager TJSL Len Industri, Donny Gunawan saat menyampaikan presentasi ketika mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, Kamis (4/3/2021). Dalam proses penjurian itu, Doni didampingi oleh Yudha Ryantono sebagai Staf TJSL dan Sakti Alamsyah selaku staf TJSL.
Len Industri sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru’. TOP CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan konsultan di bidang CSR yang kompeten.
Kebijakan dan Strategi CSR
Dalam proses penjurian itu, Doni menegaskan, di Len sendiri dalam menyusun kebijakan dan strategi CSR ini sesuai dengan kebijakan top management. Maka dari itu, kebijakan prosedur penetapan program CSR dan anggaran CSR Len sendiri telah diatur dalam risalah RKA TJSL yang ditandantangi oleh Direktur Len dan Asdep TJSL Kementerian BUMN serta diatur dalam SOP TJSL Len.
“Dalam hal ini direktur kami adalah Pak Indarto Pamoengkas, selaku Direktur Keuangan dan SDM yang menandatangani terkait Pedoman PKBL dan CSR PT Len Industri (Persero) tersebut. Kemudian di bawahnya ada Ibu Atini Hasanah selaku VP Sekretaris Perusahaan Len,” tutur Doni.
Dalam Pedoman itu disebutkan, sebagai sebuah BUMN, PT Len mempunyai kewajiban untuk melaksanakan CSR dalam bentuka Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dengan landasan hukum, Program Bina Lingkungan/CSR merupakan kegiatan yang dilaksanakan suatu badan usaha yang ditujukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Cakupan kegitan Program Bina Lingkungan meliputi pemberian bantuan untuk bencana alam, bantuan pendidikan dan pelatihan, bantuan prasarana umum, bantuan kesehatan masyarakat, bantuan sarana ibadah serta pelestarian alam. Daerah kegiatan Bina Lingkungan dan CSR Len meliputi seluruh daerah di Jawa Barat,” katanya.

Program CSR Unggulan
Dalam menjalankan kegiatan CSR-nya, disebutkan Donny, pihaknya senantiasa menjalankan program-program CSR yang selaras atau mendukung strategi bisnis perusahaan. Dalam hal ini perseroan pun telah mengusung prinsip CSV dalam menjalankan program CSR tersebut. Salah satunya adalah program Tenaga Surya untuk Bangsa itu.
Dalam program Tenaga Surya untuk Bangsa ini, kata dia, untuk memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan, dan moderna untuk semua.
Melalui program yang pertama kali ini bangun pada 2015 lalu ini, pihak Len telah membangun pompa air tenaga surya sebagai salah satu produk tenaga surya yang dikembangkan dan diproduksi oleh Len Industri serta sudah disumbangkan di beberapa titik di Tanah Air untuk membantu pengadaan sarana air bersih untuk measyarakat.
“Seperti yang sudah kita bangun di Desa Limboto Gorontalo, Sulawesi, tiga unit pompa air tenaga surya kapasitas kecil untuk pertanian. Dengan anggaran Rp150 juta,” katanya.
“Juga di Rite Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), satu unit pompa air tenaga surya kapasitas menengah untuk masyarakat. Anggarannya sama sebanyak Rp150 juta.”
“Senjutnya, ada di Kupang, NTT juga sama satu unit pompa air tenaga surya dengan kapasitas besar untuk masyarakat. Untuk proyek ini kami menggunakan anggaran sebesar Rp250 juta.”
Jadi program ini yakni Solarpump merupakan program pompa air tenaga surya yang sudah disumbangkan di beberapa titik tadi untuk membantu pengadaan sarana air bersih untuk masyarakat. Program ini juga sangat bermanfaat bagi Len, pemerintah, dan tentu masyarakat.
Bagi Len sendiri, antara lain bermanfaat, sebagai pengenalan Energi Baru Terbarukan (EBT), mengkampanyekan penggunaan EBT kepada masyarakat, sebagai media promosi produk Len, memperoleh kontrak pengerjaan unit solarpump dari pemerintah daerah dan menmabah pendapatan Len. Salah satunya tengah ikut tender terkait hal ini dari pemda NTT.
“Dan bagi pemerintah, membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat, juga teknologi yang diciptakan Len dapat dipergunakan pemerintah untuk masyarakat. Adapun bagi masyarakat lainnya, sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di daerah terpencil serta air yang dihasilkan juga dapat dikonsumsi, selain digunakan untuk MCK tentunya,” papar Doni.

Selain program Tenaga Surya untuk Bangsa ‘Solarpump’, juga ada program Tenaga Surya untuk Bangsa ‘Solartree’. Dalam hal ini, Len sendiri memang dikenal produsen solar modul yang memanfaatkan tenaga matahari untuk dapat diaplikasikan ke ragam kebutuhan masyarakat, salah satunya lampu taman dan lampu penerang jalan umum.
“Porgram ini dijalankan selaras dengan program pemerintah yang sedang giat dalam proses pembangunan kota,” ucapnya.
Dan ternyata, program ini sangat bermanfaat bagi Len, sekolah dan masyarakat. Untuk sekolah, hal ini sebagai media pembelajaran bagi guru dan siswa/i teknik, bernilai estetika dan mencerminkan sekolah teknologi, serta lulusan siswa/i teknik listrik dan elektro khususnya bidang EBT dapat mudah diserap dalam dunia kerja.
Adapun bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas taman tersebut, sebagai spot wisata, dapat dimanfaatkan untuk peralatan elektronik pribadi dari energi yang dihasilkan itu antara lain untuk men-charge ponsel, memperindah tata ruang kota, serta produksi dari energi yang dihasilkannya itu ramah lingkungan.
Adopsi ISO 26000
Selain program Tenaga Surya untuk Bangsa tadi yang juga sesuai ISO 26000 karena selaras dengan SDG’s/TPB 3, 4, 6, 7, 9, 11, dan 13, juga ada program-program lain berdasar ISO tersebut. Yakni, program pendanaan UMK (usaha mikro dan kecil)/Program Kemitraan. Dalam hal ini, pihaknya berharap bisa menciptakan UMK binaan yang mandiri.
Program pendanaan UMK ini, lanjut Doni, sudah dimulai sejak 1994 bertujuan membantu UMK yang kesulitan dalam permodalan perbankan serta UMK binaan Len juga memperoleh pelatihan UMK dan promosi proudknya. Ini selarasa dengan TPB 1, 4, 8 dan 17.
Selanjutnya ada program Desa Binaan untuk menciptakan desa yang mandiri dan unggul. Program ini berawal dari tahun 2016 lalu sampai saat ini sudah membina dua desa yaitu Desa Mekarjaya dan Desa Mekarsari di Kabupaten Bandung. Mereka memiliki potensi besar melalui hasil alamnya danobjek wisatanya. Ini selaras dengan TBP 1, 8, 12, 13, dan 15.
“Untuk desa binaan ini yang satu focus sebagai desa wisata dan satu lagi desa binaan yang fokus pengembangan komoditas kopi untuk kelas dunia. Alhamdulillah saat ini, kopinya sudah ekspor ke beberapa negara di Eropa,” dia menjelaskan.
FOTO: Istimewa
