Jakarta, TopBusiness—Pelonggaran pembelian hunian oleh Bank Indonesia dengan DP 0%, serta pembebasan PPN, yang diberlakukan tahun ini, ditujukan untuk menembus segmen pasar yang lebih besar yaitu dari kelas menengah ke menengah bawah.
“Saat ini kedua kelas tersebut cenderung menabung dan mengurangi pengeluaran selama pandemi. Namun, mereka masih memiliki minat yang tinggi terhadap properti dengan harga rendah,” kata konsultan properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, secara tertulis hari ini.
Dalam upaya meningkatkan daya beli di sektor residensial dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, program-program tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator untuk meningkatkan penjualan. Pasalnya, bagaimanapun, sektor properti dan konstruksi sudah berkontraksi sejak 2020, padahal kedua sektor ini memiliki output multiplier yang tinggi.
“Oleh karena itu, kedua program ini dirancang untuk mengangkat sentimen positif terhadap pembelian properti tahun ini dan dapat membantu keberlangsungan sektor hunian yang terdampak pandemi,” kata Ferry.
Sektor perumahan jelas menjadi fokus utama agar kebijakan-kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif. Kebutuhan akomodasi perumahan masih cukup tangguh, terutama untuk kelas menengah dan kelas menengah bawah.
“Sejauh ini, transaksi masih terlihat untuk golongan tersebut, karena memiliki peminat yang lebih banyak terhadap perumahan dan apartemen dengan harga hingga Rp2 miliar daripada golongan menengah atas.”
