TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hingga Februari, Anggaran Negara Tekor Rp 63,6 Triliun

Nurdian Akhmad
23 March 2021 | 13:56
rubrik: Ekonomi
APBN Instrumen Pengelola Kebahagiaan Rakyat?

Ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah mencatat defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 63,6 triliun per akhir Februari 2021. Hal ini disebabkan penerimaan negara hanya Rp 219,2 triliun sedangkan belanja mencapai Rp 282,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran tahun ini sedikit lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun secara persentase terhadap produk domestik bruto (PDB) angkanya lebih kecil.

“Ini (defisit anggaran) kalau dibandingkan tahun lalu Rp 61,8 triliun terjadi kenaikan 2,8 persen. Namun kita lihat defisitnya dari GDP, 0,36 persen dari GDP lebih rendah dari tahun lalu sebesar 0,40 persen dari GDP,” kata Menkeu  saat konferensi pers APBN KITA secara virtual, Selasa (23/3/2021).

Per akhir Februari 2021, penerimaan negara sebesar Rp 219,2 triliun atau naik 0,7 persen dibandingkan Rp 217,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun realisasi penerimaan negara sebesar 12,6 persen dari target Rp 1.743,6 triliun pada APBN 2021.

Adapun rinciannya, penerimaan pajak sebesar Rp 146,1 triliun dan bea cukai sebesar Rp 35,6 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 37,3 triliun dan hibah sebesar Rp 0,1 triliun.

Kemudian belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 97 triliun dan non KL sebesar Rp 82,7 triliun. Transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp 99,2 triliun dan dana desa Rp 3,8 triliun.

“Penerimaan negara tumbuh positif terutama ditopang dari peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai didukung oleh pertumbuhan cukai dan bea keluar akibat kenaikan harga komoditas serta mulai naiknya bea masuk,” jelasnya.

Sementara belanja negara sebesar Rp 282,7 triliun atau naik 1,2 persen dari Februari 2019 sebesar Rp 279,4 triliun. Adapun realisasi belanja negara ini hanya 10,3 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp 2.750 triliun.

BACA JUGA:   Kinerja Ekonomi Moncer, Defisit APBN 2022 Bisa Capai 2,8 Persen

“Belanja negara tumbuh positif didorong pertumbuhan belanja barang dan modal. Belanja pemerintah pusat tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Belanja K/L melanjutkan tren pertumbuhan cukup tinggi di awal tahun ini,” ucapnya.

Adapun pembiayaan anggaran sebesar Rp 273,1 triliun atau naik 140,5 persen dan sebesar 27,1 persen dari target Rp 1.006,4 triliun.

Tags: defisit apbn
Previous Post

MES Dorong Ekosistem Ekonomi

Next Post

Ciputra Development Tuntas Beli MTN 2017

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR