TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lindungi dari Gagal Bayar, Industri Garmen Minta Fasilitas Asuransi Ekspor

Nurdian Akhmad
24 March 2021 | 12:51
rubrik: Ekonomi
Anne Patricia Calonkan Diri Jadi Ketua Umum API

Anne Patricia Sutanto/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patricia Sutanto meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan berupa asuransi ekspor kepada para eksportir garmen dari kerugian akibat gagal bayar dari pembeli (buyers) di luar negeri.

Pandemi covid-19 saat ini berpotensi membuat buyers di luar negeri tidak mampu membayar garmen yang sudah dipesan ke industri garmen dalam negeri.

“Kami berharap dari pemerintah ada insurance ekspor supaya ada perlindungan kepada eksportir garmen yang kebetulan mempunyai buyers yang tidak bagus,” kata Anne Patricia Sutanto yang juga Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk dalam wawancara khusus dengan redaksi TopBusiness, awal Maret 2021 ini.

Khusus untuk buyers PT Pan Brothers sebenarnya tidak ada pembatalan maupun gagal bayar dari buyers di luar negeri. Namun, ada beberapa industri garmen dalam negeri yang menyasar ekspor mengalami gagal bayar dari buyers mereka.

Tahun 2020 meskipun ada pandemi, kata Anne, Pan Brothers mendapat dua buyers baru dari luar negeri dan tahun ini sudah ada tiga buyers baru yang sedang melakukan pendekatan.

“Cuma kita prioritasnya sekarang adalah untuk kepentingan eksisting buyers yang nambah order dulu. Baru setelah itu kalau ada tambahan modal kerja, kita terima order dari buyer baru,” ujar Anne.

Menurut Anne, pihaknya memprioritaskan pemenuhan tambahan order dari buyers lama karena kinerja mereka cukup bagus, terutama terkait pembayaran yang tidak pernah telat. “Tapi kalau ada space atau tambahan modal kerja, itu kita akan ambil order dari buyers baru,” tuturnya

Dia mengakui, pandemi covid-19 membuat perbankan hati-hati dalam mengucurkan kredit ke pelaku bisnis. Sebab itu, pemerintah diharapkan bisa mendorong perbankan untuk lebih gencar lagi mengucurkan kredit ke pelaku usaha guna mempercepat pemulihan ekonomi.  

BACA JUGA:   Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai 48 %

Menurut Anne, dampak pandemi covid terhadap industri tekstil dan garmen sangat terasa pada industri yang menyawar pasar domestik. Kinerja Pan Brothers tidak terlalu terdampak pandemi ini karena lebih banyak menyasar pasar ekspor.

Untuk pasar garmen dalam negeri, Anne memperkirakan bakal mulai pulih pada semester II 2021 seiring vaksinasi covid 19 yang semakin meluas di masyarakat.  

Tags: Anne Patricia Sutantoindustri TPTPT Pan Brothers Tbk
Previous Post

156 Perusahaan RI Ikut Pameran Teknologi Industri Global

Next Post

Bank Kalsel Tunjuk Pelaksana Tugas Dirut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR