TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG masih Bisa Rebound

Agus Haryanto
5 April 2021 | 08:54
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (05/04/2021) diperkirakan bergerak berbalik arah atau rebound.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan IHSG masih berpeluang rebound.

Pada penutupan pekan lalu (31/3/2021) pasar Amerika bergerak menguat, kembali memantau zona tertinggi sepanjang masa. Dow Jones menguat 0,52%, diikuti S&P500 (1,18%), dan Nasdaq (1,76%). Pekan ini, investor global kemungkinan masih akan mewaspadai risiko kenaikan imbal hasil UST 10Y, yang pada penutupan pekan lalu berada pada level 1,71% (0,04%). Selain itu, arah kebijakan The Fed, dan rilis data non-farm payroll AS (916 ribu) yang diatas konsensus ekonom AS (675 ribu) juga turut menjadi perhatian investor global.

Dari dalam negeri, terlihat lonjakan kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (2/4) dengan 6.703 kasus baru dilaporkan (Sabtu: 4.345 kasus) dengan tingkat positif 19,9% (Sabtu: 12,1%). Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 1,53 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 1,37 juta di antaranya sembuh (tingkat pemulihan 89,7%). Terkait vaksinasi, sejauh ini 8,6 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin (+95 ribu pada Minggu) dan 4,1 juta telah menerima dosis kedua (+65 ribu pada Minggu), merefleksikan 4,8% dari total target.

IHSG terkoreksi 3,06% selama sepekan lalu, namun terjadi penguatan 0,43% pada hari Kamis (31/3) ke level 6.011. Selama sepekan lalu tercatat net sell sebesar Rp 2,3 triliun, dan Jumat lalu terjadi net sell sebesar Rp 1,17 triliun. Sentimen dalam negeri yang dapat dicermati adalah reaksi pasar terhadap data rilis Markit PMI periode Maret 2021 yang berada pada level 53,2, naik dari 50,9 pada Februari. Pada pekan ini, akan ada rilis data cadangan devisa periode Maret (sebelumnya: USD 138 miliar).

BACA JUGA:   Saham Unggulan Hari Ini: BMRI, TLKM, BKSL, dan Lainnya

Foto: Rendy MR

Previous Post

IHSG Mulai Masuki Jenuh Jual, Koleksi Saham Ini

Next Post

IHSG Terdongkrak Kembali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR