Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) memperkirakan penggunaan uang elektronik tahun 2021 ini bisa naik 32 persen menjadi Rp 266 triliun dibandingkan Rp 201 triliun pada 2020.
Selain itu, digital banking juga tumbuh 19 persen dari Rp 27.000 triliun pada 2020 menjadi Rp 32.200 triliun.
“Bank Indonesia berkomitmen mendukung upaya-upaya bersama dalam akselerasi digitalisasi ekonomi keuangan. Kami terus melakukan langkah percepatan digitalisasi di bidang sistem pembayaran,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam sambutan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia di Jakarta, Senin (5/4/2021).
Festival tersebut dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia. Festival ini bekerja sama dengan 16 Kementerian Lembaga, 14 industri perbankan, e-commerce, uang elektronik dan payment gateway. Acara yang berlangsung 5 hari tersebut juga diikuti oleh 5 asosiasi.
Perry berharap dengan adanya festival ini mampu meningkatkan kinerja keuangan digital Indonesia. Salah satunya untuk perdagangan digital atau e-commerce sebesar Rp 337 triliun atau tumbuh 33 persen dari tahun lalu.
“Langkah sinergi kuat ini, diharapkan bisa mendorong perkembangan digital ekonomi dan keuangan di Indonesia semakin kuat. Insyaallah e-commerce akan naik dari Rp 253 triliun jadi Rp 337 triliun atau tumbuh 33 persen,” ujar Perry
