TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

EBA-SP SMF-BTN03 Kantongi Peringkat idAAA, Tertinggi di Pefindo

Busthomi
7 April 2021 | 10:58
rubrik: Capital Market
Kemampuan Keuangan SMF Dinilai Superior

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat “idAAA(sf)” untuk Sertifikat EBA-SP SMF-BTN03 Kelas A yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF, peringkat “idAAA”/stabil).

Per tanggal cut-off 28 Februari 2021 lalu, total nilai keseluruhan kumpulan aset yang masih beredar sebesar Rp429,0 miliar, terdiri dari Kelas A sebesar Rp342,0 miliar dan Kelas B yang tidak diperingkat sebesar Rp87,0 miliar, yang merepresentasikan 8,7% dari total kumpulan aset awal sebesar Rp1,0 triliun.

Analis Pefindo, Kreshna D. Armand dan Hasnalia Hanifah menegaskan, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor Indonesia lainnya adalah superior. Sufiks (sf) menunjukkan peringkat atas transaksi keuangan terstruktur.

“Peringkat tersebut mencerminkan profil yang kuat dari aset yang disekuritisasi dengan rasio utang terhadap nilai jaminan (loan to value atau LTV) dan nilai pinjaman awal yang rendah, profil yang kuat dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) (BBTN, peringkat idAA+/stabil) selaku penyedia jasa, dan penguatan kredit dalam bentuk EBA-SP kelas B dan cadangan likuiditas,” tutur mereka dalam keterangan resmi Pefindo, dikutip Rabu (7/4/2021).

Namun peringkat tersebut, kaat mereka, dibatasi oleh tingginya kredit macet dan rasio cicilan terhadap penghasilan debitur pada aset yang mendasarinya. Dan Pefindo menyadari bahwa profil kredit EBA-SP SMF-BTN03 dapat mengalami tekanan sebagai dampak dari penyebaran COVID-19.

Penyebaran COVID-19 telah mempengaruhi kondisi perekonomian secara signifikan, juga mempengaruhi kemampuan debitur, termasuk debitur KPR, dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Skema relaksasi POJK 48/POJK.03/2020 dapat menimbulkan tekanan arus kas yang berasal dari kumpulan KPR yang disekuritisasi, dan jika tidak dikelola dengan baik hal ini dapat meningkatkan risiko likuiditas terhadap kewajiban keuangan termasuk biaya senior dan pembayaran kupon terhadap pemegang efek.

BACA JUGA:   Pefindo Catat Nilai Surat Utang Jatuh Tempo Tahun Ini Rp150,5 Triliun, Obligasi Masih Dominan

“Kami melihat risiko terkait pandemi dapat dimitigasi oleh kumpulan pinjaman individu yang terdiversifikasi dan rekening cadangan yang cukup untuk menutupi setidaknya tiga bulan pembayaran bunga dan pengeluaran senior,” katanya.

Sebagai tambahan, terdapat dukungan kredit dalam bentuk cadangan tambahan untuk mengantisipasi pemburukan yang berkelanjutan dari pool yang disekuritisasi akibat dari pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, dengan tujuan akhir untuk menjaga profil risiko EBA sesuai dengan peringkat yang sudah ditetapkan.

Pefindo akan terus memantau dampak penyebaran COVID-19 terhadap kumpulan KPR yang disekuritisasi, skenario arus kas yang memungkinkan, dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangan secara penuh dan tepat waktu kepada pemegang efek.

BBTN selaku kreditur awal (originator) menjual 11.237 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam satu portofolio kepada SMF, yang kemudian menerbitkan EBA-SP. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI, peringkat idAAA/stabil) ditunjuk oleh SMF sebagai wali amanat dan bank kustodian untuk transaksi tersebut.

FOTO: Istimewa

Tags: btneba smfpefindoperingkat utangsmf
Previous Post

RI Perlu Cepatkan Desain SWF

Next Post

Wapres RI Resmikan Langsung Proyek WEGE Revitalisasi Pasar Rakyat Pariaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR