TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Batang Arau dan Seberang Palinggam Destinasi Wisata Apik Kota Padang

Albarsyah
8 April 2021 | 07:18
rubrik: Ekda
Batang Arau dan Seberang Palinggam Destinasi Wisata Apik Kota Padang

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bergerak meningkatkan kualitas kawasan permukiman kumuh guna mengangkat potensi sumber daya alam wilayah setempat.

Di Provinsi Sumatera Barat, program penataan Kawasan, salah satunya dikerjakan Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR dengan melibatkan peran aktif Pemerintah Daerah dan masyarakat di Kelurahan Batang Arau dan Seberang Palinggam Kota Padang.

Kawasan yang dilintasi Sungai Batang Arau ini mayoritas penduduknya adalah nelayan. Kepadatan dan ketidakberaturan permukiman serta minimnya infrastruktur menyebabkan kawasan menyandang predikat kumuh. “Konsep penataan kawasan disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resmi ke TopBusiness.id.

Penataan kawasan kumuh Batang Arau dan Seberang Palinggam mulai dikerjakan Juli 2019 dan telah selesai pada Desember 2019. Saat ini kawasan tersebut menjadi tujuan  wisata yang representatif dan ikon kebanggaan wisata di Kota Padang.

Penanganan Kawasan Batang Arau dan Seberang Palinggam bersumber dari APBN sebesar Rp 14,97 miliar untuk pekerjaan fisik dan Rp 466 juta untuk supervisi. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan pedestrian jalan utama sepanjang 1,6 km, plat duiker sebanyak 2 unit, jalan lingkungan sepanjang 293,3 meter, lampu taman 120 unit, dan pekerjaan bangku serta tempat sampah.

Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya sejak April 2018 dan selesai akhir tahun 2018 juga telah mendukung penataan kawasan Batang Arau diantaranya berupa pembangunan jalur pejalan kaki, saluran/drainase, Taman Siti Nurbaya yang dilengkapi arena skateboard, tempat sampah, toilet umum, gapura, dan jalan lingkungan.

BACA JUGA:   Ini Sejumlah Ketentuan Baru PSBB Transisi di Jakarta

Jarak tempuh menuju Kawasan Batang Arau sekitar 20 menit dari pusat Kota Padang dan 50 menit dari Bandara Minangkabau melalui jalur darat. Di samping kualitas lingkungan yang semakin meningkat, Kawasan Batang Arau yang tertata rapi menjadi potensi destinasi wisata yang akan mendorong peningkatan ekonomi lokal.

Di kawasan tersebut terdapat Pelabuhan Muaro yang merupakan pelabuhan tertua di Kota Padang sehingga menyimpan potensi wisata sejarah. Selain itu juga sebagai lokasi legenda Siti Nurbaya yang ditandai dengan adanya Makam Siti Nurbaya dan Jembatan Siti Nurbaya.

Previous Post

CSV Kini Jadi Paradigma Baru Penerapan CSR

Next Post

Dukungan Pengembangan Anggaran 5 DPSP sebesar Rp 4,01 T

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR