
Jakarta — Terkait bencana alam yang melanda beberapa daerah di Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memerkirakan terjadinya peningkatan permintaan asuransi atas risiko banjir dan bencana alam yang lain.
Hal itu disampaikan oleh ketua umum AAUI Kornelius Simanjuntak. “Kekuatiran masyarakat akan kerugian akibat bencana terhadap properti dan kendaraan bermotornya akan berdampak pada peningkatan permintaan asuransi,“ ujarnya dalam jumpa pers kemarin sore di Jakarta.
Sedangkan untuk klaim akibat banjir, sampai hari ini, belum banyak klaim yang diterima oleh perusahaan asuransi anggota AAUI. Itu bisa dimaklumi karena sampai saat ini masih terdapat daerah yang tergenang banjir, sedangkan pada daerah yang telah surut, masyarakatnya masih memikirkan pemulihan.
Ia memerkirakan, klaim asuransi banjir untuk wilayah Jakarta pada tahun 2014 akan lebih kecil ketimbang tahun 2013 walaupun daerah cakupan banjir mencapai 30 persen dari wilayah Jakarta; angka itu sama dengan angka tahun 2013.
Itu karena Kawasan Segitiga Emas yakni Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Jalan Rasuna Said tidak mengalami banjir, sedangkan pada tahun 2013 daerah tersebut mengalami banjir.
“Rata-rata seluruh bangunan di wilayah tersebut dijamin dengan perluasan risiko banjir. Data sementara AAUI, untuk total kerugian yang dijamin asuransi untuk kejadian banjir tahun 2013 sebesar Rp638 miliar,” kata dia pula.
Sedangkan untuk musibah banjir bandang di Sulawesi Utara yang melanda pusat Kota Manado, sampai saat ini belum didapatkan data laporan klaim dari perusahaan anggota AAUI. Namun diperkirakan, sebagian besar kantor cabang/perwakilan perusahaan serta kendaraan bermotornya di Kota Manado, memiliki polis dengan perluasan banjir. (ZIZ/DHI)