Jakarta, TopBusiness – Lembaga Kajian NawaCita (LKN) pada Minggu (11/4/2021), melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Institut Sains dan Teknologi Al Kamal (ISTA) di Trans Studio Cibubur, Depok, Jawa Barat. Penandatanganan MoU antara kedua lembaga itu untuk mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia
Penandatanganan kerja sama itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum LKN Samsul Hadi dan Rektor ISTA Dr. Dede Rukmayadi,S.T.,M.Si di sela acara Wisuda Sarjana ISTA ke-28.
LKN merupakan lembaga Independen yang dibentuk pada 2014 sebagai wadah profesional, mumpuni tepercaya yang mensinergikan semua institusi, profesional, organisasi, asosiasi, nonpartisan dan individu untuk melanjutkan implementasi program-program strategis nasional nawacita dan solusi berbagai isu strategis di bidang SDM, kelembagaan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.
Selama ini, LKN aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah untuk mendukung pembangunan SDM unggul menuju Indonesia maju. “Kerja sama LKN dengan ISTA ini untuk mendorong pembangunan SDM unggul di Indonesia,” kata Samsul Hadi dalam keterangannya usai penandatanganan kerja sama tersebut.

Seperti dikutip dari dokumen profil LKN, maksud dan tujuan didirikannya LKN adalah untuk memberi solusi berbagai isu strategis di bidang SDM, politik, kelembagaan, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat untuk disampaikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.
Kegiatan yang dilakukan LKN selama ini antara lain memberikan pendampingan dalam penyusunan dokumen perencanaan, pelaksanaan, monitong dan evaluasi, serta pengendalian implementasi kebijakan pemerintah mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya manusia, agraria yang berkelanjutan dan berkeadilan.
LKN juga memberikan pertimbangan yuridis, sosiologis dan materi teknis dalam penyusunan naskah peraturan perundang-undangan pengelolaan sumber daya agraria strategis, seperti pangan, energi, maritim, industri, kepariwisataan dan hutan maupun permukiman.
Lembaga ini juga menerbitkan berbagai hasil kajian dalam bentuk majalah, buku, jurnal, leaflet, review singkat maupun teknilogi informasi.

Kegiatan lainnya adalah melakukan identifikasi berbagai isu strategis kedaulatan pangan, energi, maritim, industri, kepariwisataan, kehutanan, potensi perdesaan, maupun permukiman dari aspek penguasaan, pemilikan, penggunaan, pemanfaatan maupun penilaiannya.
” LKN juga melakukan kajian strategis melalui focus group action (FGA), seminar, workshop, seminar dan pelatihan melakukan kerja sama dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi dan asosiasi profesi dan lembaga nonpemerintah maupun lembaga luar negeri yang sejalan kegiatannya dengan LKN.”
Selain itu, LKN juga memberikan penguatan kapasitas dalam pengelolaan sumber daya strategis, melalui (i) revolusi mental, (ii) pendidikan SDM dan ketrampilan tenaga kerja, (iii) kebudayaan dan kearifan lokal, (iv) jurnalistik dan komunikasi informasi sosial (v) kesehatan masyarakat, (vi) infrastruktur wilayah (vii) akses ekonomi perdesaan, (viii) investasi untuk kemandirian pangan dan energi, pertamabangan, industri basis agro, perkebunan dan kehutanan, industri manufaktur, maritim, pariwisata, (ix) perdagangan antar dan intra wilayah, (x) daerah tertinggal (xi) pengembangan dana masyarakat dan sektor swasta (xii) serta bidang lain sepanjang diperlukan.

