TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pefindo Tegaskan Peringkat PJAA

Agus Haryanto
14 April 2021 | 11:33
rubrik: Finance
Pefindo Gaet Mandat Rating Surat Utang Rp 28 Triliun

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan bahwa peringkat idA terhadap PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), Obligasi Berkelanjutan I/2016, Obligasi Berkelanjutan I/2018, dan Obligasi Berkelanjutan II/2021.

Demikian disampaikan analis, Qorri Aina dan Aryo Perbongso, dalam website www.pefindo.com, di Jakarta.

Outlook untuk peringkat korporasi dipertahankan “negatif” untuk mengantisipasi pemulihan EBITDA dan FFO yang lebih lambat akibat dari distribusi vaksin yang lebih lambat.

“Kami memandang performa keuangan PJAA tidak akan sampai ke level sebelum COVID sampai dengan 2022. Kami juga mengantisipasi kapasitas perusahaan yang melemah untuk memenuhi kewajiban keuangannya, termasuk obligasi yang akan jatuh tempo di 2022, dan untuk membiayai beban operasional di tengah penurunan permintaan dan pembatasan untuk sektor pariwisata dalam jangka waktu dekat sampai menengah,” kata Qorri.

Perusahaan berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo di 2021 dengan menggunakan dana yang diperoleh dari Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp731,0 miliar.

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang kuat di segmen rekreasi, posisi penting terhadap pemegang saham pengendali, dan kualitas aset yang baik.

Peringkat tersebut dibatasi oleh paparan terhadap kejadian yang dapat mengganggu industri pariwisata, leverage keuangan yang tinggi, dan kebutuhan investasi yang berkelanjutan untuk pengembangan produk.

Peringkat dapat diturunkan jika tingkat pemulihan lebih lambat dari ekspektasi dan terjadi peningkatan risiko pembiayaan kembali untuk obligasi yang akan jatuh tempo di 2022. Peringkat juga dapat diturunkan jika kami melihat komitmen DKI Jakarta untuk memberikan dukungan kepada PJAA melemah yang dapat diindikasikan dengan penurunan signifikan dalam kendali atas PJAA.

BACA JUGA:   OJK dan Kemenko PMK Gelar Edukasi Keuangan Perkuat Peran Perempuan Guna Kesejahteraan Keluarga

Prospek peringkat dapat direvisi menjadi stabil apabila Perusahaan mulai beroperasi dan menghasilkan pendapatan secara normal dan berkelanjutan yang juga bergantung kepada ekspektasi pemulihan ekonomi dan distribusi dari vaksin untuk mengendalikan wabah.

Foto: Istimewa

Previous Post

Surveyor Indonesia Perkenalkan Layanan Enhanced Aerial Service dan Inovasi Berbasis Drone

Next Post

BI Catat Peningkatan Kinerja Sektor Industri Pengolahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR