Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (20/04/2021) diproyeksikan masih rawan koreksi.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyatakan bursa semalam AS ditutup melemah. Dow Jones 0,36%, S&P 500 0,53% dan Nasdaq 0,98%. Pasar mengalami koreksi setelah kenaikan tinggi pekan lalu. Penurunan indeks diakibatkan turunnya saham-saham berbasis teknologi, seperti Facebook 1,3%, Amazon 0,8% dan Tesla 3,4%. Pelaku pasar cenderung menunggu rilis kinerja emiten 1Q21.
Sementara itu, beberapa bursa utama Asia ditutup menguat. Seperti, Hang Seng (0,47%), STI (0,25%), dan Shanghai (1,5%), sementara Nikkei dan Kospi kelebihan flat (0,0%). IHSG sendiri ditutup melemah 0,55% ke level 6.052,5 dengan net sell asing sebesar Rp 192,9 miliar di pasar reguler. Penjualan bersih yang dicetak oleh saham TAPG sebesar Rp 452,1 miliar, disusul INKP (Rp 25,2 miliar) dan BMRI (Rp 23 miliar). Sementara itu, beli bersih asing tertinggi di pasar reguler yang dicatatkan oleh BBRI (Rp 59,8 miliar), diikuti BBTN (Rp 58,6 miliar) dan TBIG (Rp 33,7 miliar).
Beberapa sentimen yang dapat diperhatikan, diantaranya, pergerakan beberapa harga komoditas mengalami penurunan. Seperti batubara (May / Newcastle) -0,9%, CPO -0,3%, dan nikel -0.22%, namun Brent menguat 0,4%. Imbal hasil US Treasury 10Y sedikit naik kemarin menjadi 1,61% (vs 1,59% pada Jumat 16/4/2021).
“Hari ini, akan dilakukan rapat dewan gubenur Bank Indonesia yang akan menentukan arah kebijakan arah suku bunga acuan BI 7DRR. Konsensus Trading Economic memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga di level 3,5%,” demikian tertulis.
Sebanyak 4.952 kasus COVID-19 baru diumumkan di Indonesia kemarin (19/4) (+ 8% setiap hari), sementara 6.349 pasien sembuh, dengan tingkat kesembuhan mencapai 90,8%. Sejauh ini, Indonesia telah mencatat 1.609 juta kasus COVID-19. Dari program vaksinasi, per Senin (19/4), vaksin dosis pertama telah diberikan kepada 10,96 juta orang (+138,515 setiap hari) atau setara dengan 6,0% dari target pemerintah (181,5 juta). Sementara itu, dosis kedua telah diberikan kepada 6 juta orang (+139,811 setiap hari).
“Minim sentimen penurunan bursa AS, IHSG diperkirakan masih rawan koreksi,” demikian terlihat.
Foto: Rendy MR
