TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal I-2021, UNTR Kantongi Laba Bersih Rp1,9 Triliun

Busthomi
23 April 2021 | 14:43
rubrik: Capital Market
Ini Pemicu Laba Bersih United Tractors Anjlok 40%

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) selama pandemic ini masih terus melanjutkan pertumbuhan. Tercatat, hingga kuartal I-2020 ini, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp17,9 triliun.

Kendati angka tersebut sama dengan mengalami penurunan sebesar 2% dari Rp18,3 triliun pada periode yang sama tahun 2020, namun di pos beban beban penjualan juiga mengalami penurunan serta berkurangnya beban keuangan dan beban lain-lain.

Dengan begitu, membuat laba bersih Perseroan meningkat 2% menjadi Rp1,9 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun pada 2020.

Hal ini seperti disebutkan dalam keterangan resmi perseroan yang diterima media, di Jakarta, dikutip Jumat (23/4/2021).

Kinerja UNTR tersebut, lantaran masing-masing segmen usaha menyokong pertumbuhan. Yaitu: segmen mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas dan industri konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 24%, 39%, 22%, 13% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Berikut kinerja beberapa segmen yang menopang kinerja United Tractors:

Untuk segmen usaha mesin konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 12% menjadi 688 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 617 unit. Sementara pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat mengalami penurunan sebesar 7% menjadi sebesar Rp1,6 triliun.

Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 22%.

Penjualan UD Trucks mengalami peningkatan dari 73 unit menjadi 129 unit, dan penjualan produk Scania naik dari 64unit menjadi 126 unit. “Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi sama dengan triwulan pertama tahun 2020 yaitu sebesar Rp4,3 triliun,” kata keterangan tersebut.

BACA JUGA:   Hasil RUPST SIG: Tambah Lini Usaha, Rombak Pengurus, hingga Bagi Dividen Rp648,75 Miliar

Selanjutnya, segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Maret 2021, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,0 triliun atau turun 15% dari Rp8,2 triliun pada periode yang sama pada tahun 2020.

PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 4% dari 28,0 juta ton menjadi 26,9 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 10% dari 212,7 juta bcm menjadi 191,0 juta bcm.

Lalu, segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Maret 2021 total penjualan batu bara mencapai 3,7 juta ton, termasuk 849 ribu ton batu bara kokas, atau meningkat 17% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 3,2 juta ton.

Sejalan dengan peningkatan penjualan batu bara, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara naik 18% menjadi Rp4,0 triliun.

Kemudian, segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Sampai dengan bulan Maret 2021, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 95,3 ribu ons atau naik 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 94,8 ribu ons.

Segmen usaha Pertambangan Emas membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,2 triliunatau naik 15% dari Rp2,0 triliun.

Selanjutnya, segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan Maret 2021, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp380 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp475 miliar.

ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp80 miliar yang disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan berkurangnya kontrak baru yang diperoleh akibat dampak pandemi COVID-19.

BACA JUGA:   Laba Bersih Rp4,5 T, UNTR Optimistis Kinerja Positif hingga Akhir Tahun

dan terakhir, segmen Usaha Energi melalui PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Sampai dengan Maret 2021, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 98%.

BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

FOTO: Istimewa

Tags: kinerja keuanganUnited TractorsUNTR
Previous Post

Keren, Program KPR Subsidi BTN Sudah Mulai Gunakan Kompor Induksi

Next Post

Raih Tiga Penghargaan di TOP CSR Awards 2021, Ini Kata Dirut SIG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR