TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Tengah Krisis Energi, SBI Masih Raup Laba Rp261 M di Kuartal II

Busthomi
16 August 2022 | 12:30
rubrik: Capital Market
Di Tengah Krisis Energi, SBI Masih Raup Laba Rp261 M di Kuartal II

Jakarta, TopBusiness – Krisis energi berkepanjangan sejak tahun 2021, masih terus membayangi kinerja industri semen. Meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan domestic market obligation (DMO), namun dampak kenaikan harga batu bara sejak tahun 2021 masih membebani industri semen untuk tetap mempertahankan kinerja yang positif.

Hingga semester pertama tahun 2022, konsumsi industri semen nasional pun mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan estimasi di awal tahun.

Meskipun demikian, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (IDX: SMCB) atau SBI mampu mempertahankan profitabilitas yang tercermin dalam kinerja Perusahaan semester pertama tahun ini.

Demikian disebutkan oleh Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo dalam keterangan resmi peseroan yang diterima media, di Jakarta, dikutip Selasa (16/8/2022).

Tercatat, hingga akhir Juni 2022, volume penjualan semen dan terak SBI (termasuk ekspor) tercatat naik tipis 1,36% menjadi 6,3 juta ton, dan pendapatan menjadi sebesar Rp5,5 triliun atau naik 10,25% jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kenaikan pada beban pokok pendapatan sebesar 17,49% sejalan dengan volume penjualan. Tingginya faktor biaya energi pada produksi dan BBM untuk transportasi, membebani kinerja hingga Laba Kotor tercatat turun -11,19% menjadi Rp1,1 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,3 triliun. Dengan posisi EBITDA juga yang ikut turun dari Rp1,02 triliun menjadi Rp949 miliar secara year on year (yoy).

“Dengan melakukan sinergi dengan SIG, penurunan beban bunga dan inisiatif-inisiatif yang dilakukan Perusahaan, membantu mempertahankan kinerja positif secara keseluruhan melalui capaian Laba Bersih sebesar Rp261 miliar. Ata lebih baik dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp249 miliar,” tegasnya.  

Proyeksi Bisnis Semester II-2022

Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa SBI akan terus menerapkan upaya sinergi dan program-program efisiensi serta menjaga arus kas sebagai prioritas, di tengah tantangan berat yang akan terus berlanjut di semester II ini.

BACA JUGA:   Paruh I, PTBA Cetak Laba Bersih Mencapai Rp2,8 Triliun

“Kami terus mendorong inisiatif-inisiatif untuk mencapai operational excellence, melalui inovasi-inovasi pada setiap proses bisnis agar tetap kompetitif. Kenaikan harga-harga yang juga dialami masyarakat, termasuk harga produk  harus dibarengi dengan nilai tambah yang bisa kita berikan, baik melalui produk dan layanan yang lebih baik atau kecepatan layanan dan kemudahan berbisnis,” ujar Lilik.

Hasil penerapan operational excellence ini berbuah Sertifikat Industri Hijau dari BBTPPI Kementerian Perindustrian. SBI meraih Sertifikat Industri Hijau setelah melalui proses verifikasi yang mencakup aspek persyaratan teknis yang meliputi pengelolaan dan efisiensi sumber bahan baku, efisiensi energi, efisiensi air, proses produksi, spesifikasi produk, pengelolaan limbah, serta upaya penurunan gas rumah kaca.

Aspek lain yang menjadi penilaian dan syarat dalam proses sertifikasi ini adalah persyaratan manajemen yang meliputi antara lain; komitmen manajemen tertinggi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan sosial (CSR) yang tertata dalam rencana strategis dan rencana kerja perusahaan, sehingga terkelola dan terpantau dalam setiap tahapan prosesnya.

Selain itu, aspek penting manajemen lainnya adalah komitmen perusahaan dalam pengelolaan tenaga kerja. Melalui pencapaian sertifikat ini, maka produk semen yang diproduksi pabrik SBI telah diakui sebagai semen ramah lingkungan.

FOTO: Istimewa

Tags: kinerja keuanganlaba bersihPT Solusi Bangun Indonesiasbisektor semen
Previous Post

Pidato Kenegaraan Presiden, Jokowi Pamer Keberhasilan Ekonomi RI

Next Post

Bappebti: Aset Kripto Konsumen Zipmex Harus Aman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR