TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonom: Fokus BI Kini ke Turunnya Bunga Bank

Achmad Adhito
27 April 2021 | 09:59
rubrik: Ekonomi
BUMN Konstruksi Ini  Setor Rp 745 Miliar ke Bisnis Listrik

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Bank Indonesia (BI) memertahankan suku bunga acuan, sesuai dengan perkiraan dan memprioritaskan stabilitas Rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

“Hal ini bukan berarti bahwa bank sentral telah mengubah kebijakan longgar, namun prioritas saat ini adalah bagaimana mempercepat transmisi suku bunga acuan ke suku bunga kredit perbankan,” kata ekonom DBS, Radhika Rao, dalam riset yang diterima kemarin malam oleh wartawan Majalah TopBusiness.

Hal ini didukung pula dengan kebijakan lain untuk mendukung pertumbuhan kredit seperti pelonggaran aturan uang muka untuk kredit mobil, kredit rumah (KPR) dan lain-lain.

Radhika menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, BI juga terus menyerap pasokan surat utang negara di saat arus masuk dana asing berkurang yang mengakibatkan berkurangnya kepemilikan SUN oleh investor asing. Pembelian SUN oleh BI mencapai Rp101,9 triliun sepanjang tahun ini, di mana seperempatnya melalui pasar primer

Perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2021 diturunkan menjadi 4,1-5,1%, membuatnya lebih dekat dengan perkiraan Ekonom DBS (DBS: 4%).

Pertumbuhan inflasi bakal dipengaruhi oleh efek bulan Ramadan/Idul Fitri dan pembanding yang rendah di tahun lalu tetapi tren inflasi tampaknya tidak menjadi masalah bagi pengambil kebijakan. Suku bunga acuan tampaknya masih akan dipertahankan sampai akhir tahun.

“Untuk obligasi pemerintah Indonesia, tim makro DBS bersikap netral memasuki bulan Mei 2021 dan akan masuk kembali setelah tapi dengan catatan ketika imbal hasil 10 tahun mendekati 7%,” katanya.

BACA JUGA:   Sektor Pertambangan Dorong Pembiayaan Korporasi
Tags: ekonomi 2021radhika raoriset dbs
Previous Post

IHSG Terpantau Bergerak Positif

Next Post

BEI Suspensi TDPM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR