Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak sedikit Menurun.
Dalam laporan riset harian tim Samuel Sekuritas Indonesia melalui website Samuel.co.id, di Jakarta, Kamis (29/04/2021) menyatakan bahwa IHSG hari ini mungkin sedikit turun.
Bursa AS ditutup melemah semalam. DJIA turun 0,48% menjadi 33.820, diikuti oleh S & P500 (-0,08%) dan Nasdaq (-0,28%). Pasar menurun setelah Fed mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga utamanya di 0,25%. The Fed sendiri kemungkinan akan menahan suku bunga utamanya sampai pasar tenaga kerja membaik dan inflasi meningkat menjadi 2%.
EIDO menguat 0,74% pada akhir perdagangan Rabu (28/4), diikuti oleh IHSG yang menguat 0,25% menjadi 5.974 dengan BMRI, ARTO, EMTK sebagai top leading movers. Penjualan bersih asing di pasar reguler tercatat Rp 307,9 miliar. Saham dengan arus masuk asing neto tertinggi adalah BMRI (Rp 96,8 miliar), TBIG (Rp 23,2 miliar), dan INCO (Rp 18,7 miliar), sedangkan arus keluar asing neto tertinggi dicatat oleh ASII (Rp 168,3 miliar), BBRI (Rp 135,4 miliar) ), dan TLKM (Rp 76,8 miliar).
Sepanjang pekan ini (Senin-Rabu), IHSG melemah -0,7% dengan akumulasi net jual asing di pasar reguler sebesar Rp 585,8 miliar.
Sebanyak 5.241 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia Rabu (28/4) (Selasa: 4.884), sedangkan 4.818 pasien sembuh (Selasa: 4.656) dan 177 meninggal dunia (Selasa: 168). Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia kini mencapai 1.657.035 kasus dengan rasio kasus tertutup 93,9% per 28 April (27 April: 93,9%).
“Hari ini, kami perkirakan IHSG akan tetap flat dengan kecenderungan melemah karena minimnya sentimen global dan regional. Namun, pergerakan positif beberapa harga komoditas, seperti batu bara dan emas, bisa menjadi pendorong bagi saham-saham terkait komoditas tersebut saat ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
