Jakarta, TopBusiness – Pemerintah menerbitkan serangkaian insentif untuk mendorong industri properti bertumbuh. Langkah pemerintah ini terbukti mampu menggairahkan pasar properti di Tanah Air.
PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) meyakini tahun ini menjadi tahun yang baik untuk sektor properti. Meskipun masih di tengah-tengah situasi pandemi covid-19, LPKR yakin bahwa fundamental permintaan masyarakat yang ingin membeli rumah perdana sangat baik. Hasil dari penjualan tahun lalu dan juga awal tahun ini, LPKR melihat demand terbesar adalah untuk rumah tapak. Bahkan saat peluncuran proyek baru, berhasil ludes terjual dalam hitungan jam.
“Di tahun ini, kami memproyeksikan pertumbuhan kami 30% dibandingkan tahun 2020,” tegas CEO LPKR John Riady, dalam laman lippokarawaci.co.id.
Sebelum adanya insentif pajak dari Pemerintah yang diberikan kepada konsumen properti, LPKR telah membukukan kinerja positif.
Pada kuartal I/2021, LPKR berhasil membukukan marketing sales Rp 1,31 triliun, melesat 86% year-on-year (yoy) dibandingkan Rp 703 miliar pada kuartal I/2020. Penjualan pada kuartal I/2021 didorong oleh klaster rumah tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63% dari total penjualan.
Lebih dari 50,6% marketing sales di kuartal I/2021 dicapai LPKR dengan keberhasilan peluncuran proyek perumahan tapak terbesar Cendana Icon di Lippo Village, yang merupakan penjualan tertinggi LPKR dalam 1 hari selama lebih dari 20 tahun.
Menurut John Riady, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, dimana pembelinya sekitar 80% merupakan pasar perdana. Sekitar 60% pembeli tersebut menggunakan KPR. “Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” tuturnya.
