Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan Selasa (04/05/2021) diestimasikan bergerak sideways sebab wait and see PDB Indonesia triwulan I/2021.
Dalam laporan riset harian tim Samuel Sekuritas Indonesia melalui website Samuel.co.id, di Jakarta, ursa semalam AS ditutup variative. Dow Jones + 0,7%, S&P 500 0,27% dan Nasdaq minus 0,48%, seiring sentimen yang beragam.
Sebagian besar laporan kinerja 1Q21 yang telah dirilis sejalan atau lebih baik dari proyeksi konsensus. Namun, rilis data ISM Manufacturing PMI, yang merefleksikan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS, turun ke 60,7 pada Apr-21 (Mar-21: 64.7). Pertumbuhan permintaan tidak diimbangi dengan pasokan bahan baku yang memadai.
Beberapa bursa utama Asia ditutup melemah kemarin. Hang Seng 1,3%, Kospi 0,7%, STI 1,04%, sementara Shanghai dan Nikkei libur. IHSG juga terseret arus pasar regional melemah 0,72% ke level 5.952,6 dengan net buy asing sebesar Rp 70,7 miliar di pasar reguler.
Indeks LQ45 turun 1,05%, lebih dalam dari penurunan IHSG. Indeks EIDO juga ditutup menurun 0,51%. Data inflasi April dalam negeri yang dirilis Senin(3/5) masih terbilang rendah (+ 1,42% yoy dan 0,13% mom).
Kasus baru COVID-19 dalam negeri diumumkan sebanyak 4.730 kasus (+ 7,6% setiap hari), sementara 4.773 pasien sembuh dengan tingkat pemulihan mencapai 91,3%. Hingga kini, Indonesia telah mencatat total 1,682 juta kasus.
Perbarui vaksinasi nasional. Per Senin (3/5), vaksin dosis 1 telah diberikan kepada 12,57 juta orang (+114.947 setiap hari) atau setara dengan 6,9% dari target 181,5 juta orang. Sementara dosis ke-2 telah diberikan kepada 7,8 juta orang (+171,922 setiap hari).
Foto: Rendy MR
