TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lebaran Tetap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II

Nurdian Akhmad
18 May 2021 | 11:42
rubrik: Ekonomi
FOTO – Pemerintah Bebaskan Impor Bawang Putih

Aktivitas perdagangan di Pasar Kebayoran Baru. (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Kendati ada pelarangan mudik dari pemerintah, bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri tetap menjadi salah satu faktor pendorong ekonomi RI bertumbuh  pada Kuartal II 2021.

Selain meningkatkan konsumsi masyarakat, Ramadan dan Idul Fitri juga mendorong pertumbuhan penggunaan sarana informasi, telekomunikasi, kesehatan, dan pertanian.

“Momen Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun ini, masyarakat menyambut Idul Fitri lebih antusias, dibandingkan tahun lalu. Saya yakin pertumbuhan ekonomi yang positif, pada Kuartal II tahun ini akan terwujud,” kata Arsjad di Jakarta seperti dikutip, Selasa (18/5/2021).

Selama bulan Ramadan, lanjut Arsjad, masyarakat cukup patuh menjalankan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Ditambah lagi, pemerintah juga menerapkan kebijakan yang memicu peningkatan konsumsi dan produktivitas, di antaranya peningkatan penyaluran likuiditas bagi sektor riil, penurunan suku bunga pinjaman korporasi, dan meningkatkan kinerja ekspor.

“Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri juga memicu kenaikan omzet penjualan. Permintaan konsumen yang terus bertambah mendorong peningkatan produksi dan omzet penjualan. Ini berarti terjadi perputaran uang yang cukup besar sehingga menimbulkan efek domino. Ditambah lagi banyaknya program diskon yang ditawarkan pelaku usaha. Ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi kita,” kata pengusaha yang juga mencalonkan Ketua Umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026.

Arsjad juga sependapat dengan pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dan menunjukkan tren kenaikan pada Kuartal II-2021. Pemulihan tersebut tercermin pada sejumlah indikator, di antaranya PMI Manufaktur yang mencapai 54,6 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mendekati angka normal yaitu antara 90-100.

“Saya sependapat dengan Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto bahwa perekonomian nasional akan tumbuh berdasarkan V-curve. Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II akan memasuki jalur positif dan diperkirakan bisa mencapai 7 persen,” ujarnya.

BACA JUGA:   Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera telah mendekati arah positif, yaitu minus 0,86 persen, Pulau Jawa minus 0,83 persen, dan Pulau Kalimantan minus 2,23 persen.

Sementara itu, sebagian wilayah Kawasan Tengah dan Timur Indonesia telah bertumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi positif 1,2 persen, Maluku dan Papua 8,97 persen.

Tags: Kadin Indonesiapertumbuhan ekonomi
Previous Post

Mulai Hari Ini, Layanan KRL Kembali Beroperasi Hingga Pukul 22:00 WIB

Next Post

BNI Baca Kebutuhan Aktivitas Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR