Jakarta, TopBusiness – Target PT Gerbang NTB Emas (GNE) dari tahun ke tahun mebukukan hasil positif. Hal ini membuktikan bahwa kinerja keuangannya terus mengalami peningkatan signifikan, khususnya dari tahun 2019 hingga 2021. Misalnya di tahun 2019 target yang terealisasi menjapai 15 persen dan pad tahun 2020 target terealisasi menjacapi 244 persen.
“Alhamdulillah kinerja penjualan pada tahun 2019 itu diangka Rp 11 miliar targetnya Rp 10 miliar. Yang menarik pada 2020, setelah kita melakukan konsolidasi internal kemudian melkakukan pengembangan-pengembangan dari aktivitas bisnis, kita menargetkan Rp 20 miliar dan realisasinya sampai padai 224 persen, yakni di angka Rp 68 miliar,” ungkap Samsul Hadi Direktur Utama PT Gerbang NTB Emas (GNE) dalam acara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilaksanakan Majalah TopBusiness secara daring, Jumat (21/5/2021).
Masih menurut Samsul Hadi, pandemi Covid-19 tak memberi dampak signifikan terhadap aktivitas bisnis GNE. Pasalnya, sejak kinerja keuangan perusahaan mengalami kemajuan, Pemerintah Provinsi (pemprov) selaku pemegang saham memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan GNE, satu di antaranya yakni program JPS (Jaringan Pengaman Sosial) di mana GNE ditugaskan untuk menyediakan semua bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak pandemi.
“Ketika pandemi covid kami ditugaskan oleh pemegang saham untuk menyuplai semua kebutuhan pokok masyarakt yag paling terdampak pandemi yang dinamakan sebagai program Jaring Pengaman Social (JPS), pada saat itu 175 masyarakat yang tersebar di NTB selama hampir tiga bulan kami menyuplai kebutuhan pokoknya sehingga kami mendapatkan penugasan dan memiliki projek dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat,” katanya saat memaparkan presentasinya yang berjudul ‘GNE Menuju NTB Gemilang’.
Tak hanya itu, lanjut Samsul Hadi, pada tahun yang sama (2020), GNE selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dibidang manufaktur, konstruksi, perdagangan umum, agrobisnis, renewable energy, property dan man power juga mendapat amanat untuk menyediakan alat-alat bertat.
“Disamping itu juga pada tahun 2020 kemren kita juga mendapatkan pengelolaan TBA Reagional, disitu penyewaan alat berat juga disuplai dari perusahan kita dan Alhamdulillah hingga saat ini pun berlanjut, (masih) diberikan penugasan pada tahun 2021 ini,” lanjutnya.
GNE Holdings
PT Gerbang NTB Emas (GNE) dirancang sebagai pelaksana program yang ditunjuk pemerintah untuk berperan sebagai BUMD yang memiliki strategis bisnis dengan membangun eksistensi melebarkan sayap menuju Holding Company.
Dan beberapa anak perusahaan GNE telah didirikan untuk mendukung aktivitas bisnis GNE, di antaranya: PT Gemilang NTB Emas (Alat berat, konstruksi, property), PT. Mahadesa Gerbang NTB Emas (Perdagangan umum, retail), PT. Generasi NTB Emas (man power), PT. Cahaya Ramadhan Gemilang (Perdagangan kayu), CV. Gema NTB Emas (agrobisnis, komoditi lokal) dan CV. Global NTB Emas (Material dan bahan bangunan).
“(GNE) arahnya menjadi perusahaan holding. Alhamdulillah hari ini sudah ada beberapa perusahan sudah didirikan, salah satunya anak perusahaan di bidang perdagangan umum ada Mahadesa, Gerbang NTB Emas. Kemudian ada di bidang mindpower ada Generasi NTB Emas, di bidang bisnsi kayu kami juga mendapat tugas dari Pak Gubernur ada PT Cahaya Ramadhan Gemilng. Ada beberapa CV untuk menunjang pelaksanan bisnis kita yang sifatnya menengah ke bawah, ada CV Gema NTB E untuk di bidang agro bisnis, ada juga yang bergerak di bidang matrial dan bahan bagunan dan lain sebagainya,” tutrnya.
Inovasi Pemasaran
Kesuksesan GNE terzsebut di atas bukanlah didapat dengan mudah, melain kana da usaha dan ihtiar yang dilakukan guna mencapai target perusahaan. Oleh sebab itu, GNE membuat terobosan dan inovasi terhadap layanan pelanggan, seperti melakukan koordinasi dengan pihak produksi terkait pengembangan produk baru yang bisa bersaing dipasaran, menciptakan mitra kerja untuk memenuhi kebutuhan pasar dan promosi hasil produk dan hasil jasa pemasangan via medsos.
“(Inovasi) ada juga kami lakukan membangun kolaborasi IKM dan UKM Permesinan di NTB. Jadi IKM yang ada di NTB memproduksi mesin-mesin yang dibutuhkan oleh organsiasi pemerintahan (OPD) yang didistribusikan kepada masyarakat. Nah, itu IKM-IKM yang produksi kita yang menyerap produk mereka, lalu kemudian kita memasarkan kepada pemerintah untuk didistribusikan kepa masyarakat. Itulah juga yang membuat target kita terelisasi di tahun 2020 karena beragamnya peran dan penugasan kita oleh Pemprov,” imbuhnya.
Penulis: Abdullah Suntani
