Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK Karangmalang (Perseroda) terus mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah, khususnya di Kabupaten Sragen yang sejak 2020 terdampak pandemi covid-19.
Sesuai misi perusahaan, BPR milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sragen ini aktif menyediakan permodalan usaha untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat.
Direktur Umum dan Kepatuhan BKK Karangmalang Suparno, SE., MM menjelaskan, tahun 2020 pihaknya berhasil meningkatkan layanan pemberian modal pada UMKM dengan share kredit mencapai 49,48 persen.
“Kami telah meluncurkan produk Kredit Sayang Mikro (KSM) dengan persyaratan yang mudah, proses cepat cukup satu hari dan tanpa agunan sehingga bisa melepaskan masyarakat dari jeratan rentenir,” ujar Suparno dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilakukan secara daring, Kamis (27/5/2021). Hadir pula dalam penjurian ini Direktur Pemasaran BKK Karangmalang, Sriyadi, SE., MM.
Selain Kredit Sayang Mikro, menurut Suparno, BKK Karangmalang menyalurkan beragam kredit lain untuk memenuhi segala kebutuhan dan segala lapisan masyarakat khususnya UMKM antara lain Kredit Modal BKK, Kredit BKK Air, Kredit Multi Guna, Kredit Pensiunan, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Pertanian, Kredit Tanaman Keras, dan Kredit Peternakan dan Perikanan.
“Kemudian yang baru kita lakukan adalah pendampingan langsung ke desa-desa. Kita tugaskan petugas-petugas kita untuk terjun langsung ke setiap desa untuk mencari potensi-potensi UMKM yang bisa kita kembangkan dan kita bantu. Ini kami lakukan melalui Program Desa Binaan yang dilakukan oleh masing-masing Kantor Cabang,” tutur dia.
Menurut Suparno, dengan pendampingan dan bimbingan ke para UKM akan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk lebih percaya diri dalam pengembangan usahanya.
Selain pemberian kredit, BKK Karangmalang memberikan bantuan modal usaha gratis untuk para UKM yang terdampak covid-19 agar mereja bisa bangkit kembali. Pada masa pandemi ini, BPR ini memberikan bantuan rehap rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga miskin. “Kami juga ada bantuan program sanitasi berupa jambanisasi kepada warga kurang mampu,” ucap Suparno.
Tata Kelola dan Pemanfaatan Teknologi
Secara internal perusahaan, menurut Suparno, BKK Karangmalang sudah meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Itu antara lain terlihat dari penerapan sistem manajemen berbasis kinerja, KPI (key performance index), dan reward & punishment.
“Pemberian reward dan punishment ini berbasis kinerja. Kami juga memberlakukan skala gaji yang dinamis dipengaruhi oleh capaian kinerja masing-masing karyawan serta penilaian berbasis KPI,” tutur Suparno
Hasil penilaian terhadap pelaksanaan tata kelola perusahaan (GCG) pada 2020 dengan nilai komposit 1,80 atau dengan predikat komposit baik. “Itu menunjukan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan di BKK Karangmalang telah berjalan dengan baik,” ucapnya.
Untuk mendukung peningkatan kinerja dan layanan perusahaan, BKK Karangmalang memanfaatkan teknologi informasi . BPR ini melakukan pengembangan layanan digital melalui erja sama dengan bank umum.
“Kami juga sudah memanfaatkan android untuk transaksi perbankan di luar kantor atau pasar-pasar tradisional untuk funding dan PPOB,” kata Sriyadi, menambahkan.
Pengembangan kerja sama juga dilakukan dengan sekolahan-sekolah terkait penerimaan pembayaran uang sekolah.
Guna mempercepat proses permohonan kredit, menurut Sriyadi, BPR BKK Karangmalang saat ini sudah bisa melakukan analisis skoring secara online.
Terobosan di Bidang SDM
Sejumlah terobosan dan inovasi juga dilakukan manajemen BKK Karangmalang untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) perusahaan. Pertama adalah adanya Kebijakan Pedoman SOTK yang dimiliki telah menerangkan secara jelas terkait tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing di semua lini yang ada.
“Kami juga melakukan penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya, the right man on the right place. Selain itu, penerapan target personal untuk pencapaian rencana bisnis bank atau RBB ,” tutur dia.
Sedangkan upaya untuk peningkatan kompetensi SDM antara lain mengikutsertakan pendidikan jenjang karir. Karyawan juga diberi kesempatan mengikuti uji standar kompetensi keahlian seperti Manajemen Risiko level 1, 2 dan 3.
“Kami juga mengikutsertakan pegawai untuk sertifikasi direksi level 1 dan level 2. Selain itu juga mengikutsertakan Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa, Auditor, Manris, dan lainnya,” ujar Suparno.
BKK Karangmalang saat ini sudah memanfaatkan sistem informasi manajemen kepegawaian dalam pengelolaan database pegawai. Ini agar manajemen cepat mengetahui secara detail untuk pengembangan pegawai, pendidikan, penggajian, masa pensiun, jaminan sosial, dan lainnya.
Selain itu, menurut Suparno, rekrutmen pegawai dilakukan secara terbuka dan transparan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kompetensi dalam rekrutmen pegawai. “Untuk pengisian jabatan melalui asesment baik dilakukan oleh intern atau bekerja sama dengan pihak ketiga yang kompeten dalam asesment pegawai,” kata dia.
Kinerja Keuangan
Tingkat kesehatan bank BPR BKK Karangmalang cukup baik berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Pada 2020, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 29,06 persen. Sedangkan ROA di angka 3,7 persen, tingkat BOPO di angka 73,26 persen, Cash Ratio 10,92 persen, LDR sebesar 73,25 persen, dan NPL Bruto sebesar 3,41 persen dan NPL Nett 1,63 persen.
Meskipun diadang pandemi covid 19, kinerja keuangan BKK Karangmalang pada 2020 juga sangat baik. Nilai aset tumbuh 7,3 persen menjadi Rp 736,726 miliar. Penyaluran kredit meningkat 1,6 persen menjadi Rp 524,43 miliar. Demikian pula jumlah tabungan dan deposito masing-masing naik sebesar 9,28 persen dan 5,99 persen.
Sementara itu, laba BKK Karangmalang pada 2020 meningkat 6,05 persen menjadi Rp 25,414 miliar. Tahun lalu, BPR ini membayar pajak Rp 5,945 miliar. BKK Karangmalang juga setor dividen total Rp 11,29 miliar, dengan rincian Rp 6,31 miliar ke Pemprov Jawa Tengah dan Rp 4,976 miliar ke Pemkab Sragen. Total setoran dividen itu naik dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 10,018 miliar.
“Walau di masa Pandemi Covid-19 capaian perolehan dividen tahun 2020 berhasail tercapai sesuai target yang direncanakan dan meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Suparno.
